Prinsip dan Tekad Hidayatullah dalam Mengajar Al-Qur’an

“Tak ada harta yang bisa saya sedekahkan, kecuali waktu dan tenaga saya. Agar (hidup) saya bermanfaat, akhirnya saya bertekad mengajar ngaji anak-anak di musala secara sukarela,” kata Hidayatullah.

Hidayatullah saat menerima bantuan hidup dari Global Zakat-ACT.
Hidayatullah saat menerima bantuan hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA PUSAT — Bagi Hidayatullah (49), menjadi pengajar membaca Al-Qur’an di musala Al-Makmur, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat adalah panggilan jiwa. Ia tidak mengharap apapun dari aktivitasnya menjadi guru ngaji. Ia bertekad menginfakkan hidupnya untuk memberikan ilmu membaca Al-Qur’an. 

“Hidup ini sebentar, saya cuma bisa membaca Al-Qur’an. Tidak ada harta yang bisa saya sedekahkan, kecuali waktu dan tenaga. Agar (hidup) saya bermanfaat, akhirnya saya bertekad mengajar ngaji anak-anak di musala dengan sukarela,” kata Hidayat, Kamis (29/4/2021). 

Di satu sisi, sebagai kepala keluarga, Hidayat tetap harus mencari nafkah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Hidayat menjadi sopir ojek daring dengan penghasilan tidak menentu.

“Namanya ngojek, kadang Rp100 ribu, kadang Rp50 ribu, kadang kalau lagi ramai Rp300 ribu. Meski sedikit harus tetap bersyukur, karena namanya rezeki itu tidak hanya uang. Keselamatan di jalan saat seharian keliling ngojek juga sudah rezeki, masih sehat sampai sekarang padahal pandemi Covid-19 juga rezeki,” ujar guru yang sudah mengajar ngaji selama 7 tahun itu.

Mochamad Fuad Mursidi dari Tim Program Global Zakat-ACT Jakarta Pusat mengatakan, kegigihan dan ketulusan Hidayat dalam berdakwah patut dicontoh. Menurut Fuad, saat ini tidak banyak orang yang istiqomah memilih jalan perjuangan dengan nihil imbalan materi. Untuk mendukung perjuangan Hidayat, Global Zakat-ACT memberikan beaguru.

“Susah menemukan orang yang istiqomah mengajar ngaji, apalagi di kota besar seperti Jakarta. Untuk mendukung perjuangan para dai, Global Zakat-ACT salurkan bantuan biaya hidup secara langsung. Bantuan bersumber dari muzaki yang membayarkan zakatnya,” jelas Fuad. 

Selanjutnya Fuad mengajak para muzaki yang belum menunaikan zakatnya, baik mal atau pun fitrah untuk segera membayarkan zakat Sebab, di tahun kedua Ramadan bersama pandemi Covid-19 ini, jumlah masyarakat prasejahtera meningkat.[]