Program Sahabat Guru Indonesia Menjangkau hingga Bandar Lampung

Ribuan guru di berbagai penjuru negeri ini masih digaji rendah. Sunwanah dan Ani dari Bandar Lampung di antaranya. Walau begitu, keikhlasan menjadi kunci semangat terus berjuang di jalan pendidikan.

Program Sahabat Guru Indonesia Menjangkau hingga Bandar Lampung' photo
Ani (kedua dari kanan) menerima beaguru dari program Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews/Arief Rakhman)

ACTNews, BANDAR LAMPUNG – Sudah 22 tahun Sunwanah mengabdi untuk mencerdaskan anak-anak di lingkungannya. Ia menjadi guru dan seakan terbiasa menerima gaji yang dirapel selama beberapa bulan. Rasa cinta yang besar terhadap anak didik membuatnya tetap teguh dengan pilihan hidupnya. Walau acap kali Sunwanah harus memutar otak untuk melunasi tunggakan biaya sekolah anaknya sendiri.

Keikhlasan dan rasa syukurnya bisa berbagi ilmu membuat Sunwanah terus berada di Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar, Kelurahan Sinar Laut, Kecamatan Teluk Betung Timur, Bandar Lampung. Gajinya sangat minim, namun ia tak mengeluh. Sang suami yang bekerja sebagai buruh serabutan menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.

Saat tim Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung bertemu dengan Sunwanah, ia menuturkan kalau sudah tiga bulan ini anak-anaknya belum membayar biaya sekolah. “Anak-anak sudah tiga bulan belum bayar SPP, gaji yang saya terima hanya cukup untuk bayar listrik dan makan. Kalau gaji bapaknya untuk uang saku anak dan ongkos angkot,” ucap Sunwanah, sambil menyeka air matanya ketika menceritakan kondisi perekonomian keluarga yang terbatas.

Menjadi guru berpenghasilan rendah juga dirasakan oleh Ani Suningsih, yang mengajar di MI Masriqul Anwar, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Sudah 19 tahun Ani mengabdikan dirinya sebagai guru berpenghasilan Rp400 ribu per bulan. “Tak masalah digaji rendah sebagai guru, asal pendidikan anak di sini (di kampungnya) tetap terjamin,” ungkap Ani, Rabu (4/12).

Kepada Sunwanah dan Ani yang telah berjuang memajukan pendidikan anak bangsa, Global Zakat-ACT menyerahterimakan beaguru melalui program Sahabat Guru Indonesia. Kepala Program ACT Lampung Arief Rakhman mengatakan, biaya hidup guru ini merupakan bentuk apresiasi Global Zakat kepada guru-guru, khususnya mereka yang bergaji rendah dan keadaan ekonominya masih prasejahtera.

“Sahabat Guru Indonesia menjadi pemantik untuk lebih peduli terhadap kehidupan guru-guru yang berpenghasilan minim, untuk itu diharapkan peran serta semua dermawan di seluruh Provinsi Lampung,” ujarnya. []


Bagikan