Program Sahabat UMI Meluas hingga ke Bumi Panrita Kitta

Covid-19 membawa dampak yang cukup buruk bagi usaha skala kecil di berbagai penjuru negeri ini. Sepinya pelanggan membawa mereka dalam keterpurukan ekonomi, seperti yang dirasakan perempuan pelaku usaha mikro di Sinjai, Sulawesi Selatan.

Program Sahabat UMI Meluas hingga ke Bumi Panrita Kitta' photo
Serah terima sedekah modal dari program Sahabat UMI bagi perempuan pelaku usaha kecil di Sinjai. (ACTNews)

ACTNews, SINJAI – Tak hanya di ibu kota dan sekitarnya saja, program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus meluaskan manfaat. Kali ini, para perempuan pelaku usaha skala kecil di Bumi Panrita Kitta alias Kabupaten Sinjai yang menerimanya. Mereka mendapatkan sedekah modal untuk meningkatkan usaha di tengah pandemi juga dengan tujuan bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Salmah, seorang penjual minuman dan makanan ringan, merupakan salah satu penerima manfaat kebaikan dari masyarakat Indonesia ini. Warga Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara tersebut sudah setahun terakhir bekerja sebagai pedagang skala kecil untuk membantu perekonomian keluarga. Sang suami bekerja sebagai penjual ikan keliling yang tak setiap hari ada pembelinya. Keadaan ini membuat mereka memang kesulitan menghidupi keluarga, belum lagi mereka dikaruniai enam anak, beberapa di antaranya masih usia sekolah.

“Pembeli sekarang sepi, per hari cuma dapat uang 5 sampai 10 ribu (rupiah) saja. Setelah ada kabar warga Sinjai positif corona, penjualan jadi semakin sepi,” jelas Salmah tentang usaha skala kecilnya itu, Rabu (17/6) lalu.

Dengan sedikitnya penghasilan, Salmah harus pintar mengelola uang untuk keluarga serta memutarnya kembali sebagai modal usaha. Sejak sepinya pembeli, ia memilih untuk mengurangi variasi dagangan. Pilihan ini juga yang menjadikan keuntungan yang bisa diraup Salmah terus berkurang.

Di pertengahan Juni ini, Salmah mendapatkan akses permodalan tanpa pengembalian dari ACT. Modal ini digunakan untuk menambah variasi dagangannya. Andi Syurganda dari Tim Program ACT Sulawesi Selatan mengatakan, setelah mendapatkan modal, Salmah mendapatkan tambahan keuntungan. “Alhamdulillah sekarang bisa dapat 30-40 ribu (rupiah) per hari,” jelasnya, Senin (29/6).

Di Sinjai, selain Salmah, ada juga Rina Purnawati, pedagang minuman ringan yang mendapatkan modal dari program Sahabat UMI ACT. Pedagang skala kecil asal Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara ini sempat berencana menutup dagangannya akibat sepi pembeli sejak pandemi.

“Sejak ada corona, pendapatan berkurang karena banyak aktivitas warga di rumah saja,” ungkapnya, Kamis (18/6).

Salmah dan Rina merupakan beberapa di antara ribuan perempuan pelaku usaha yang mendapatkan modal. Wahyu Nur Alim, Koordinator Program Sahabat UMI mengatakan, per 26 Juni, sudah ada 3.372 penerima manfaat program ini. Dana yang tersalurkan pun mencapai lebih dari Rp1,6 miliar. “Jangkauan permodalan ini mencapai hingga ke 216 kebupaten/kota di 27 provinsi,” jelasnya,  Senin (29/6).[]


Bagikan