Proyek PDAM Terkendala, Warga Surabaya Krisis Air Berhari-hari

Salah satu lokasi terdampak adalah Masjid Al Falah Surabaya. Hingga Selasa (10/9), sudah tiga hari Masjid Al Falah mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan ibadah.

Proyek PDAM Terkendala, Warga Surabaya Krisis Air Berhari-hari' photo

ACTNews, SURABAYA – Proyek pembangunan Alun-Alun Surabaya menyebabkan PDAM Surya Sembada harus memindahkan pipa penyalur air bersih. Hal ini berdampak langsung ke masyarakat Surabaya di daerah Darmo, Panglima Sudirman, Yos Sudarso, Walikota Mustajab, Undaan, Pasar Atom, Pegirian Wonosari, Wono Kusumo dan sekitarnya. Laporan dari Humas PDAM Surya Sembada, pengerjaan pergeseran pipa yang seharusnya selesai pada Sabtu (7/9). Namun, pengerjaan proyek ini mengalami kemoloran jadwal, sehingga semakin lama warga untuk mendapatkan air bersih.

Salah satu lokasi terdampak adalah Masjid Al Falah Surabaya. Hingga Selasa (10/9), sudah tiga hari Masjid Al Falah mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan ibadah. Pengurus masjid terpaksa menggunakan air galon untuk kebutuhan wudu dan kamar mandi. Hal ini disampaikan oleh M. Soleh selaku Kabag. Kebersihan Masjid Al Falah.

“Sudah tiga hari kami mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan ibadah. Padahal, Masjid Al Falah Surabaya adalah salah satu masjid rujukan bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya, sehingga kebutuhan air bersih sangat banyak. Untuk satu tangki air berkapasitas 6.000 liter hanya cukup untuk dipakai jemaah salat zuhur dan asar. Itu pun ada sebagian jemaah yang terpaksa wudu dengan air galon. Bahkan, sebagian ada yang tayamum. Dengan adanya distribusi air bersih dari ACT, saya mengucapkan banyak terima kasih,” ucap Soleh, Selasa (10/9).

ACT Jawa Timur berencana mendistribusikan 10 tangki air bersih ke wilayah Surabaya yang terdampak pemindahan pipa PDAM. Selain di Masjid Al Falah, penyaluran air bersih juga dilakukan ke deaerah Dinoyo, Sawahan Baru, Kusuma Bangsa, dan Darmokali.


Bu Nunung, warga Peneleh Gang IV sekaligus jemaah Masjid Al Falah juga menuturkan kondisi yang dialami di daerahnya. Ia terpaksa mandi hanya dengan tiga gayung air untuk menghemat air. Selain itu, beberapa warga sekitar Masjid Al Falah Surabaya tampak langsung menghampiri para relawan Aksi Cepat Tanggap yang bertugas. Mereka berharap bantuan air bersih juga dapat didistribusikan di daerahnya yang mengalami kelangkaan air bersih.

Dipo Hadi selaku Kepala Program ACT Jawa Timur mengatakan, ACT Jawa Timur bekerja cepat dalam mengatasi problem masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Selain kekeringan, tim juga berikhtiar mengatasi krisis air bersih seperti yang dialami warga akibat proyek yang ada di Surabaya.”

“Dalam tiga hari saja, dampak krisis air ini sangat luar biasa. Bisa dibayangkan bagaimana dengan saudara kita yang mengalami kekeringan panjang seperti yang dialami beberapa daerah di Jawa Timur. Inilah pentingnya air, yang merupakan sumber kehidupan,” ujar Dipo. Ia juga terus mengajak para dermawan Jawa Timur untuk turun tangan membantu saudara-saudara se-Jawa Timur yang mengalami kekeringan melalui bit.ly/DermawanJatimAtasiKekeringan. []

Bagikan