Pulihkan Masyarakat, ACT dan MUI Bagikan 1.000 Paket Makan Kepada Warga Prasejahtera

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bagikan ribuan paket pangan berupa nasi box kepada masyarakat pra sejahtera. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Operasi Makan Gratis
ACT dan MUI bagikan ribuan paket makan kepada warga prasejahtera. (ACTNews).

ACTNews, BOGOR – Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bagikan ribuan paket pangan berupa nasi box kepada masyarakat pra sejahtera. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00 WIB di Mocca Cafe Bogor, Jl. Letjen Ibrahim Adjie Bendungan No. 6a, RT.05/RW.02 Sindangbarang, Bogor pada Sabtu (31/7/2021). Sebanyak 1000 nasi box dibagikan kepada masyarakat pra sejahtera yang hadir di sekitar. Seperti pekerja lapangan, tukang gali kubur, dan ojek daring.

Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan, pandemi Covid-19 adalah bencana non alam yang menimbulkan dampak yang luar biasa di masyarakat. PHK, usaha bangkrut, guru-guru semakin sulit, dan lapangan pekerjaan sempit membuat orang sulit memenuhi kebutuhan hidup.

“Sudah banyak aksi ACT dalam menolong masyarakat terdampak pandemi, seperti Covid-19 Medical Careline Services, Operasi Pangan Gratis, dan Humanity Food Truck. Hari ini bersama Gerakan Nasional (Gernas) MUI dalam Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, TNI, Polri, ACT kembali hadir memberikan makan siap santap melalui armada terbaru Humanity Food Bus dan beras gratis dari Humanity Rice Truck,” kata Ibnu, pada waktu lalu.

Sementara, Ketua Gernas MUI Lukmanul Hakim mengatakan, pandemi harus diselesaikan secara bersama-sama. Dengan begitu, kondisi sulit yang tengah terjadi di masyarakat dapat ditangani dengan baik.

“Kegiatan Gernas MUI Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi bersama ACT, TNI, dan Polri di antaranya serbuan vaksinasi, pembagian makan dan beras gratis untuk masyarakat terdampak pandemi. Jadi kita ini bersama. Karena nilai kebersamaan itu merupakan identitas bangsa sejak dulu,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi MUI ini.