Puluhan Family Shelter Mulai Atapi Korban Gempa Lombok

Puluhan Family Shelter Mulai Atapi Korban Gempa Lombok

Puluhan Family Shelter Mulai Atapi Korban Gempa Lombok' photo

ACTNews, LOMBOK UTARA - Musim hujan sebentar lagi. Rasa cemas dan takut mulai menghantui para pengungsi korban gempa Lombok. Rumah yang biasa mereka tempati kini sudah menjadi reruntuhan. Mereka terpaksa hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari di tenda-tenda pengungsian. Merespon hal tersebut tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program bernama Family Shelter yaitu pembangunan rumah semi permanen yang dibangun di atas reruntuhan atau di samping rumah korban gempa Lombok.

Rabu (26/9), tim ACT bersama masyarakat kembali bergotong-royong membangun puluhan Family Shelter di Dusun Sambik Jengkel Barat, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Antusias masyarakat tampak sejak awal pembangunan rumah semi permanen ini. Bagaimana tidak, dengan Family Shelter ini, mereka kembali dapat merasakan tinggal yang aman dan nyaman dibandingkan tinggal di tenda-tenda pengungsian.

“Alhamdulillah, sejak pembangunan Family Shelter pada 10 September lalu sampai saat ini sudah lebih dari 60 persen kita bangun di dusun ini. Sampai saat ini sudah 75 Family Shelter yang dibangun dari target 149 unit di dusun ini,” ujar Aghni Fitriany selaku penanggungjawab pemulihan program ACT di Lombok.

Berbahan dinding triplek berkualitas, beratapkan dengan bahan spandek, beberapa rumah semi permanen yang sudah selesai cukup memberikan korban gempa rasa aman dan nyaman. Beberapa masyarakat juga terlihat mulai menempati hunian semi permanen tersebut. Masyarakatpun sangat berterimakasih dengan bantuan yang diberikan oleh ACT ini. Karena, menurut Aghni, masyarakat saat ini sangat butuh tempat tinggal yang cepat ditempati untuk kembali memulai kehidupan normal mereka dan berlindung dari musim hujan yang akan melanda.

Berbeda dengan ICS

Family Shelter yang dibangun di Dusun Sambik Jengkel Barat ini berbeda dengan Hunian Sementara Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) di Lapangan Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Syuheilmaydi Syukur selaku Vice President ACT menuturkan, konsep ICS itu terpusat adapun Family Shelter itu dibangun di samping atau di atas reruntuhan bangunan masyarakat. Pola pembangunanpun juga bebeda, dimana dalam pembangunan Family Shelter dilakukan secara bergotong royong dengan masyarakat.

“Kalau ICS itu yaitu shelter komunal yang dikerjakan oleh tukang kayu berpengalaman dalam waktu yang cepat. Saat ini sudah terdapatsekitar 224 unit shelter ditambah dengan satu sekolah, satu masjid, 1 ACT Humanity Centre (AHS), taman bermain anak dan fasilitas lainnya. Shelter ini dikelola oleh sebuah manajemen yang mengatur kegiatan bersama. Itu juga ada kantornya di sana. Sedangkan Family Shelter dibangun di tempat dan di rumah masing-masing bergotong-royong dengan masyrakat setempat,” lanjutnya.

Syuheil menjelaskan, dalam pembangunan Family Shelter, ACT mendukung dengan bantuan bahan baku seperti triplek, atap berbahan spandek, bantuan tukang dan bantuan lainnya. Selain itu, bahan baku yang digunakan juga berasal dari residu reruntuhan bangunan korban gempa.

Pemilihan pembangunan Family Shelter di samping atau di atas reruntuhan rumah warga berdasarkan kepada keinginan dan lahan yang dimiliki oleh warga itu sendiri. Bagi warga yang memiliki lahan lebih, maka Family Shelter dibangun di lahan di samping rumah tersebut. Bagi yang tidak memiliki lahan bisa menumpang dilahan saudara atau tetangga atau bisa memilih pembangunan di atas reruntuhan rumah mereka yang sudah dibersihkan terlebih dahulu secara bergotong-royong.

Pembangunan Family Shelter ini akan diperluas ke beberapa dusun lainnya. Aghny menuturkan pembangunan Family Shelter juga akan dilakukan di Dusun Sambik Jengkel Parigi, Dusun Sambik Jengkel Parigi, Dusun Dompu Indah di Desa Selengen, dan Dusun Ketapang di Desa Madayin. InsyaAllah akan ada ratusan Family Shelter yang sedang dan akan dibangun untuk mengatapi korban gempa Lombok. Bersama kita bantu masyarakat Lombok. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan