Puluhan Guru Prasejahtera Telah Menerima Beaguru

Berjalan dua pekan, program Sahabat Guru Indonesia yang diinisiasi Global Zakat-ACT telah memberikan beaguru untuk 69 guru prasejahtera. Beaguru ini akan terus berlanjut, memberikan biaya hidup untuk guru-guru prasejahtera di penjuru negeri.

Puluhan Guru Prasejahtera Telah Menerima Beaguru' photo
Salah satu guru menerima beaguru dari program Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Program Sahabat Guru Indonesia dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga hari ini terus menyerahterimakan biaya hidup ke guru-guru prasejahtera di berbagai pelosok negeri. Dari data yang ACT kumpulkan per 2 Desember 2019, sebanyak 69 guru yang paling membutuhkan telah menerima beaguru. Mereka tersebar di berbagai penjuru negeri ini.

Guru-guru tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari sekitar Jabodetabek, Sumatra Barat, Bali, Sumatra Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, hingga Lampung. Biaya hidup ini diserahterimakan melalui cabang-cabang ACT.

Riski Andriana dari tim program ACT mengatakan, implementasi beaguru ini melibatkan kantor-kantor cabang ACT serta relawan yang tersebar di berbagai tempat. “Sebelumnya kami telah mengumpulkan nama-nama guru yang telah diasesmen oleh tim di lapangan. Kemudian, tim program tiap cabang ACT dan relawan lokal membantu menyalurkan bantuan beaguru ini untuk guru-guru prasejahtera,” jelasnya, Selasa (3/11).

Nantinya, penyerahan biaya hidup ini akan terus dilakukan. Beberapa cabang ACT juga telah siap mendistribusikan dan telah mengirimkan data guru-guru prasejahtera di berbagai daerah.

Program Sahabat Guru Indonesia sendiri diluncurkan pada 25 November 2019 lalu. Hari itu bertepatan dengan Hari Guru. Direktur Program ACT Wahyu Novyan mengatakan, program ini merupakan bentuk apresiasi Global Zakat-ACT kepada guru-guru yang telah berjuang untuk pendidikan Indonesia. “Pada kenyataannya, masih banyak guru yang bergaji rendah, namun mereka tetap semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya yang berada di daerah-daerah terpencil. []