Puluhan Ibu Rumah Tangga di Sleman Ikuti Pelatihan P3K

Puluhan Ibu Rumah Tangga di Sleman Ikuti Pelatihan P3K

Puluhan Ibu Rumah Tangga di Sleman Ikuti Pelatihan P3K' photo

ACTNews, SLEMAN- Ketidaktahuan akan penanganan pertama pada kecelakaan (P3K) masih menjadi masalah mendasar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Contoh kecil, hingga kini masyarakat Indonesia masih banyak yang abai untuk menyediakan kotak berisi alat P3K. Padahal kotak P3K sifatnya wajib ada di rumah, di sekolah, bahkan di kendaraan. Pasalnya, luka seperti teriris, tergores, tersengat serangga, terkilir, hingga luka bakar ringan butuh penanganan dini dan antisipasi cepat.

Melihat pentingnya keterampilan medis yang harus dimiliki masyarakat, Akademi Relawan Indonesia (ARI)-Aksi Cepat tanggap (ACT) Yogyakarta mengadakan pelatihan P3K pada para ibu rumah tangga di Desa Nanggulan, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman, Sabtu (13/4). Pelatihan bertujuan untuk meminimalisir komplikasi lebih lanjut dengan mengandalkan pemahaman penanganan pertama pada kecelakaan.

Instruktur Pelatihan P3K Rahmad Widodo mengatakan, apabila penanganan pertama pada kecelakaan bisa dilakukan  oleh seluruh ibu rumah tangga, akan ada banyak penyakit yang bisa dicegah. “Setiap individu harapannya dapat menguasai keterampilan medis tingkat dasar, agar ketika mendapati peristiwa kecelakaan dapat menjadi penolong pertama,” terang Rahmad.

Selain itu, pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi P3K. Mulai dari simulasi pengecekan denyut nadi dan jalannya pernapasan, perawatan luka ringan, hingga pertolongan pada korban patah tulang.

Mei sebagai Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Nanggulan menuturkan, "Kami mengucapkan terima kasih. Kami berharap, sebaiknya pelatihan seperti ini terus dilakukan di sini, supaya setiap ibu bisa menjadi dokter untuk rumahnya sendiri." []

Bagikan