Puluhan Muslim Rohingya Terdampar di Thailand Selatan

Sebanyak 29 laki-laki dan 31 perempuan berkebangsaan Myanmar ditemukan di Pulau Rawi, Provinsi Satun, Thailand.

Puluhan Muslim Rohingya Terdampar di Thailand Selatan' photo

ACTNews, BANGKOK -  Konflik berkepanjangan yang terjadi di Myanmar terus membuat muslim Rohingya melarikan diri dari tanah airnya sendiri. Dengan berbagai cara, warga Rohingya keluar dari Myanmar, termasuk dengan menumpangi kapal, menyeberangi lautan secara ilegal bahkan sejauh ribuan mil menuju negara yang dirasa lebih aman dan bisa menerima mereka.


Namun, perjalanan mereka seringkali tidak mulus. Selasa (12/6) lalu, sebuah kapal yang mengangkut 65 muslim Rohingya dikabarkan terdampar dalam kondisi nyaris karam di perairan Thailand Selatan. Sebanyak 29 laki-laki dan 31 perempuan berkebangsaan Myanmar ditemukan di Pulau Rawi, Provinsi Satun, Thailand. Berdasarkan pengakuan salah seorang muslim Rohingya, mereka sudah menumpangi kapal dalam beberapa bulan terakhir untuk mencapai Malaysia.


Melansir situs berita Reuters, kapal yang digunakan sebagai kendaraan mereka mengalami kerusakan mesin, sehingga tidak bisa berfungsi sama sekali. Beruntung, polisi laut setempat dapat menemukan mereka sebelum kapal benar-benar karam. Kabar terakhir seluruh penumpang kapal, termasuk para awak yang berasal dari Thailand dan Myanmar, diamankan pihak Angkatan Laut Thailand dengan status sebagai imigran ilegal.




Kejadian serupa memanggil kembali ingatan masyarakat Indonesia tentang tragedi 20 April 2018 lalu. Kala itu, kapal yang ditumpangi muslim Rohingya juga pernah terdampar di kawasan Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Aceh. Selama lebih kurang satu pekan, sebanyak 79 muslim Rohingya terombang-ambing di tengah lautan.


Berdasarkan informasi warga setempat, puluhan muslim Rohingya ditemukan dalam keadaan yang tidak baik saat itu. Mereka mengeluh tidak lagi memiliki persediaan makanan, terlebih karena sudah terombang-ambing selama satu pekan. Akhirnya, mereka meminta izin kepada warga untuk singgah sementara di tepi Pantai Kuala Raja, sampai pemerintah Indonesia merespons kehadiran mereka.


Selain dengan menyeberangi lautan ke negara lain yang berjarak ribuan mil dari Myanmar, ada pula yang melarikan diri dengan berjalan kaki. Sejak pengusiran besar-besaran terjadi pada 2017, diperkirakan lebih dari 700.000 Rohingya pergi melarikan diri dan mengungsi ke Bangladesh. Tujuan mereka dua: menghindari peperangan dan berusaha mencari peruntungan atau pekerjaan di negara tetangga. []



Sumber foto: Reuters

Bagikan