Puluhan Ormas di Lampung Ajak Peduli Palestina

Puluhan Ormas di Lampung Ajak Peduli Palestina

Puluhan Ormas di Lampung Ajak Peduli Palestina' photo

ACTNews, BANDAR LAMPUNG – Bahu jalan di pertigaan Masjid Taqwa Tanjung Karang, Bandar Lampung dipenuhi sejumlah peserta aksi dari berbagai organisasi masyarakat, Jumat (5/4). Dengan penuh semangat, mereka menyuarakan dukungan serta mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia. 

Sebuah mobil komando memimpin pada posisi paling depan rombongan. Seluruh peserta berjalan dengan menyusuri pusat perbelanjaan yang ada di Jalan Raden Intan, Bandar Lampung. Selama perjalanan yang berakhir di Tugu Adipura itu, peserta tak henti menyuaran tuntutan aksi serta yel-yel untuk dukungan pembebasan Palestina dari Israel.

Aksi yang digelar pada Jumat sore itu merupakan peringatan satu tahun Great March of Return (GMR) yang merupakan gerakan protes dari rakyat Palestina kepada Israel. Pada Sabtu (30/3) laui, di sepanjang perbatasan Gaza-Israel, ratusan penduduk Palestina tumpah-ruah meminta penghentian blokade ke Gaza serta pembebasan Masjid Al-Aqsa untuk ibadah umat Islam.

Peringatan satu tahun GMR di Bandar Lampung ini merupakan inisiasi Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung. Ratusan peserta tiba di titik akhir, Tugu Adipura, pada pukul 17.00 WIB.

Koordinator Aksi Nurul Hidayat mengatakan, umat Islam di Lampung perlu peduli terhadap nasib warga Palestina. Penjajahan yang terjadi di sana (Palestina) tidak manusiawi dan mengancam keberadaan negara Syam itu. “Aksi ini merupakan bentuk nyata kepedulian sesama muslim di dunia kemanusiaan,” ungkap Nurul, Jumat (5/4).

Selain melakukan long march guna mendukung Palestina, tim MRI juga melakukan penggalangan dana untuk bantuan perjuangan rakyat Palestina. Nantinya, bantuan yang terkumpul akan disalurkan melalui ACT dengan berbagai program peduli Palestina-nya.

Saat ini kondisi Palestina semakin terdesak. Berbagai sumber daya alam sulit dimanfaatkan, terlebih air yang kini dalam keadaan sangat tercemar. Pencemaran air di Palestina ini mengakibatkan ancaman bahaya bagi pengonsimsinya. Selain itu, blokade akses untuk ke Palestina yang terbatas juga mengundang berbagai permasalahan, baik distribusi barang, pengangguran hingga kendala pendidikan yang dialami anak-anak Palestina. []

Bagikan