Puluhan Ormas di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak ‘Deal of Century’

Sebanyak 36 lembaga dan ormas berunjuk rasa menolak 'Deal of Century' pada Jumat (07/02) lalu. Unjuk rasa di titik nol Kota Yogyakarta ini menolak kesepakatan 'Deal of Century' karena dinilai akan semakin menekan posisi Palestina yang kini terjajah.

Puluhan Ormas di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak ‘Deal of Century’' photo
Orasi untuk membela Palestina di tengah unjuk rasa. (ACTNews)

ACTNews, YOGYAKARTAWarga dan para aktivis solidaritas Palestina di Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di titik nol kilometer Kota Yogyakarta, bertajuk ‘Bebaskan Al Quds’. Kesepakatan ‘Deal of Century’ menjadi pemantik aksi pada Jumat (7/2) itu karena dinilai tidak adil terhadap rakyat Palestina.

Sekitar 400 peserta aksi yang merupakan gabungan dari 36 lembaga dan ormas di Yogyakarta memulai aksinya setelah salat Jumat dari Masjid Gedhe Kauman. Setelah salat, mereka berjalan menuju nol kilometer untuk melakukan aksi unjuk rasa yang disertai orasi dari berbagai perwakilan organisasi maupun tokoh masyarakat Yogyakarta.

Ustaz Rendy Saputra, salah seorang tokoh ulama, turut hadir dalam rombongan itu. Ia berpendapat bahwa Deal of the Century sangat berbahaya apabila benar-benar terwujud. “Masjid Al-Aqsa akan jatuh ke tangan Israel dan warga Palestina akan terusir dari tanah air mereka,” jelasnya.


Peserta aksi beramai-ramai berjalan dari Masjid Gedhe Kauman menuju nol kilometer Kota Yogyakarta. (ACTNews)

Sabil selaku koordinator aksi menyatakan bahwa aksi ini dimaksudkan untuk menolak Deal of Century.The Deal of  the Century harus kita lawan, jangan sampai Al-Quds menjadi ibu kota Israel,” tegas Sabil.

Dalam aksi simpatik tersebut, turut digelar galang donasi kepedulian untuk Gaza, Palestina. Donasi yang terkumpul lebih dari Rp8 juta. Donasi tersebut kemudian disalurkan melaui lembaga-lembaga kemanusiaan yang turut mendukung aksi, yaitu Aksi Cepat Tanggap (ACT), Aman Palestine, Rumah Zakat, PKPU Human Initiative, Syam Organizer, dan KNRP untuk mendukung perjuangan Palestina di sana.


ACT menjadi salah satu lembaga kemanusiaan yang terus mengikhtiarkan dukungan untuk rakyat Palestina melalui kemanusiaan. Sejak 2015, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mewakili masyarakat Indonesia berikhtiar meredam krisis tersebut dengan memasok bantuan air bersih melalui program Humanity Water Tank. Tahun 2019, lebih dari satu juta dua ratus jiwa rakyat Palestina dirangkul sahabat dermawan Indonesia. Mereka tinggal di Gaza dan Tepi Barat. []



Bagikan