Puluhan Ribu Porsi Makanan Siap Santap Tersaji bagi Penyintas Gempa Sulbar

Per 15 Februari kemarin, puluhan ribu porsi makanan siap santap telah ACT sajikan bagi warga korban gempa di Mamuju dan Majene. Hidangan tersebut merupakan buah kedermawanan masyarakat yang disalurkan bagi para penyintas.

Relawan MRI-ACT mengantar paket makan
Relawan MRI mendistribusikan makanan siap santap ke salah satu pengungsian warga terdampak gempa di Mamuju. (ACTNews)

ACTNews, MAMUJU Sejak hari pertama gempa Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021) lalu, selain proses evakuasi, kebutuhan makanan siap santap menjadi barang yang mendesak untuk dipenuhi. Hal tersebut karena banyak penyintas yang meninggalkan harta bendanya termasuk alat masak serta stok pangan di rumah mereka yang mengalami kerusakan dan rawan runtuh. Keadaan ini yang kemudian membuat makanan siap santap menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Lukman Solehudin, Koordinator Posko Induk Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Mamuju pada Selasa (16/2/2021) mengatakan, di hari-hari awal pascagempa, seluruh kegiatan masyarakat lumpuh total. Tidak ada pasar, maupun warung yang buka, pelaku usahanya melarikan diri untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, rata-rata di area perbukitan dan menjauhi bibir pantai karena khawatir tsunami.

“Beberapa hari setelah gempa, makanan yang bisa disantap hanya nasi dengan lauk seadanya seperti mi instan dengan jumlah yang terbatas. Tim relawan ACT pun merasakan hal itu saat datang di lokasi gempa sejak hari kejadian,” ujar Lukman.

Untuk mengatasi kondisi ini, salah satu fokus ACT ialah pendirian dapur umum. Dengan bahan masak yang masih terbatas, ACT segera menghadirkan makanan siap santap bagi relawan serta penyintas gempa yang tersebar di banyak titik pengungsian. Hingga 15 Februari kemarin, dapur umum ACT di berbagai titik di Mamuju dan Majene telah menyajikan lebih dari 62 ribu porsi. Dari dapur umum, pendistribusian langsung diantar ke pengungsian.

Selain dapur umum, ACT juga menghadirkan makanan siap santap dari Humanity Food Truck yang didatangkan langsung dari Wakaf Distribution Center, Kabupaten Bogor. Truk berdapur tersebut beserta koki profesional sejak hadir di Sulawesi Barat telah menghadirkan 11.550 porsi makanan siap santap hingga 14 Februari. Jumlah tersebut tentu akan bertambah seiring dengan terus beraktivitasnya Humanity Food Truck di Mamuju dan Majene.

Makanan siap santap yang tersaji dari dapur umum dan Humanity Food Truck tak hanya dinikmati oleh warga dan penyintas yang ada di sekitar saja. Akan tetapi, relawan MRI yang bertugas di Mamuju dan Majene juga mengantarkannya langsung ke penyintas di berbagai tempat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan akses sulit.

“Sajian terbaik dari dermawan melalui ACT di Sulbar kami antar langsung ke mereka yang jauh dari jangkauan. Hal ini dilakukan demi pemerataan distribusi dengan hidangan terbaik,” tambah Lukman.[]