Puluhan Ribu Rumah di Samarinda Tergenang Banjir

Hujan dengan intesitas lebat mengguyur Samarinda dan menyebabkan banjir sejak Selasa (22/5) hingga Sabtu (30/5) lalu, menyebabkan puluhan ribu kepala keluarga terdampak. Bantuan pokok pun segera didistribusikan ACT Kalimantan Timur dan MRI Samarinda untuk para korban banjir.

Salah seorang anak menerima bantuan dari ACT. (ACTNews/Budi Cahyanto)

ACTNews SAMARINDA – Banjir kembali melanda ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Banjir terjadi beberapa hari sebelum Idulfitri 1441 H, yakni sejak Jumat (22/5) lalu. Intensitas curah hujan yang masih tinggi membuat genangan banjir sulit surut bahkan sampai hingga Sabtu (30/5) lalu.

“Selain karena curah hujan tinggi, banjir juga disebabkan oleh meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus yang menjadi tampungan aliran air hujan dari Gunung Lingai. Bahkan, ketinggian air di Bendungan Lempake sudah berada di level waspada,” kata Budi Cahyanto dari Tim Program ACT Kalimantan Timur.

Catatan dari Kompas pada 26 Mei lalu menyebut banjir besar itu merendam ribuan rumah di 10 kelurahan dan 4 kecamatan. Banjir juga menyebabkan 27 ribu kepala keluarga terdampak. Meluasnya genangan banjir menyebabkan sejumlah akses jalan di Kota Samarinda yang juga merupakan akses antarkota lumpuh total, seperti di Jalan Bengkuring Raya, Griya Mukti, Gatot Subroto, S.Parman, Ahmad Yani, dr. Soetomo, Belatuk, dan Gelatik.

Fasilitas umum juga ikut terdampak oleh banjir di antaranya lima masjid dan satu sekolah. Tak hanya banjir, curah hujan tinggi juga menyebabkan longsor di beberapa kecamatan seperti Samarinda Utara, Samarinda Ilir, Sungai Kunjang, dan Loa Janan Ilir.


Warga bersama para relawan sedang memproses makanan di Dapur Umum ACT. (ACTNews/Budi Cahyanto)

"Semenjak 29 Mei lalu sudah mulai surut, tetapi curah hujan masih lumayan tinggi dan rawan banjir lagi. Karena memang banjir yang terjadi di Samarinda ini rutin terjadi setiap tahun," ungkap Budi.

Merespons banjir tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalimantan Timur membuka Posko Peduli dan Dapur Umum pada 26 Mei lalu. Posko ini setiap harinya memasak untuk 1.500 porsi dalam memenuhi kebutuhan makan 3 kali sehari bagi para pengungsi.

Selain itu ada ratusan paket sanitasi yang didistribusikan untuk warga. Hingga Sabtu lalu, bantuan berupa sembako juga terus disalurkan oleh beberapa komunitas seperti Donasi Ceria & Let's go Sedekah melalui posko ACT dan MRI Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah, kami dapat memasak dan mendistribusikan 500 bungkus nasi untuk makan siang warga. Meski agak sulit untuk menjangkau rumah-rumah warga harus ditempuh dengan melewati genangan banjir, tapi kita senang dan bersyukur bisa sedikit meringankan ujian mereka,” jelas Budi yang juga merupakan penanggung jawab posko.

Selanjutnya, ACT dan MRI Kalimantan Timur juga akan melakukan aksi lanjutan seperti distribusi air bersih dan pembersihan fasilitas umum serta bendungan yang juga penuh dengan endapan tanah maupun sampah. []