Puluhan Rumah Pengungsi Rohingya di Arakan Terbakar

Total 13 rumah di dekat kamp pengungsian Nget Chaung, Kota Pauk Taw, Arakan Utara terbakar Selasa (19/11) dini hari. Dua orang balita meninggal dunia dan sebanyak 33 keluarga kini tidak lagi memiliki tempat tinggal.

Puluhan Rumah Pengungsi Rohingya di Arakan Terbakar' photo
Api melahap 24 ruangan dan 13 rumah di Kamp Pengungsi Internal Nget Chaung, Kota Pauk Taw, Arakan Utara. Dua orang balita meninggal dunia dan sebanyak 33 keluarga kini tidak lagi memiliki tempat tinggal. (ACTNews)

ACTNews, PAUK TAUW – Api disinyalir berasal dari dapur umum di salah satu hunian kamp pengungsi internal Nget Chaung, Kota Pauk Taw, Arakan Utara, Myanmar. Kecelakaan saat memasak ditengarai menjadi penyebab munculnya kobaran api.

Mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Myanmar melaporkan, api membakar tiga rumah panjang yang masing-masing memiliki delapan ruangan. Total 24 ruangan dan 13 rumah di dekat kamp ikut hangus. Akibat kebakaran ini, sebanyak 33 keluarga kini tidak mempunyai tempat tinggal dengan total korban terdampak 254 jiwa. Dua orang balita berusia 2 dan 5 tahun meninggal dunia akibat musibah ini.

Sucita Ramadinda dari timGlobal Humanity Response (GHR) – ACT mengatakan, ACT masih terus mengumpulkan kabar terbaru terkait keadaan para korban. Ia pun mengajak para dermawan untuk ikut serta membantu para pengungsi internal Rohingya tersebut. “Kami tetap memantau keadaan di sana. Kami berharap, kita bersama-sama bisa membantu memberikan bantuan dan empati kepada para pengungsi Rohingya yang menjadi korban. Hingga saat ini, mereka belum mendapat bantuan makanan dan tidak ada tempat tinggal,” kata Sucita, Rabu (20/11).


Keadaan kamp pengungsian Nget Chaung, Kota Pauk Taw, Arakan Utara usai kebakaran melahap puluhan bangunan Selasa (19/11) dini hari.

Kamp pengungsi internal Nget Chaung sudah ada semenjak tahun 2012. Sebagian orang-orang Rohingya tidak dapat keluar dari wilayah Myanmar karena wilayah mereka dijaga ketat oleh militer. Akibat isolasi wilayah yang mereka alami, mereka pun sulit mendapatkan bahan makanan.

“ACT pun terus berikhtiar memberikan bantuan yang terbaik bagi para pengungsi Rohingya. Bersama para dermawan, kita akan yakin dapat membantu kehidupan pengungsi Rohingya menjadi lebih baik,” tambah Sucita.

Wujud kepedulian para dermawan pun bisa langsung diwujudkan melalui program bantuan Rohingya di laman indonesiadermawan.id. Melalui donasi yang terkumpul, sejumlah bantuan seperti paket pangan, pemberdayaan perempuan Rohingya, bahkan beaguru diberikan.[]

Bagikan