Puluhan Sumur Wakaf Keluarga Atasi Krisis Air di Kabupaten Bekasi

Global Wakaf - ACT membangun 28 unit Sumur Wakaf Keluarga untuk masyarakat di Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi dan meresmikannya pada Ahad (5/7) lalu. Puluhan Sumur Wakaf ini merupakan langkah pencegahan kekeringan yang kerap terjadi saat kemarau panjang melanda desa tersebut.

Puluhan Sumur Wakaf Keluarga Atasi Krisis Air di Kabupaten Bekasi' photo
Kepala Desa Sukatenang bersama tim Global Wakaf - ACT dan penerima manfaat berfoto bersama setelah serah terima bantuan 28 Sumur Wakaf Keluarga. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, BEKASI – Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang masih menjadi langganan kekeringan akibat musim kemarau panjang di pertengahan tahun. Salah satu wilayah yang berpotensi alami kekeringan adalah Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Akibatnya, masyarakat pun mengalami krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Demi mengatasi permasalahan tersebut, Global Wakaf – ACT Bekasi membangun 28 unit  Sumur Wakaf Keluarga di desa tersebut. Puluhan sumur itu memiliki kedalaman 100 meter lebih.

“Alhamdulillah kita sudah membangun sumur lewat program ‘Wakaf Rame-Rame’ dari Global Wakaf - ACT Bekasi. Total ada 28 unit sumur dari para wakif. Pembangunan Sumur Wakaf ini sangat penting mengingat daerah ini rawan kekeringan kalau sudah masuk musim kemarau, kayak sekarang ini,” ujar Koordinator Sumur Wakaf Desa Sukatenang, Agus Suharyadi (31), saat peresmian Sumur Wakaf Keluarga pada Ahad (5/7) lalu.

Agus melanjutkan, krisis air bersih jadi masalah laten di daerah tersebut. Kekeringan yang terjadi bisa mencapai kurun waktu tujuh bulan bahkan lebih. “Tahun lalu, itu bisa sampai tujuh bulan kekeringan, sehingga kalau sumurnya dangkal sekitar 10 sampai 12 meter itu enggak bisa. Harus sampai 100 meter minimal baru dapat air tawar yang bagus, yang insya Allah manfaatnya panjang. Meskipun yang dibangun sumur keluarga tapi yang bisa memanfaatkan bisa lebih dari satu keluarga,” kata Agus.


Ety sedang mencuci piring di Sumur Wakaf Keluarga yang baru saja dibangun. (ACTNews/Fhirlian Rizqi)

Salah satu penerima manfaat, Ety (30), mengaku dirinya harus menempuh jarak sekira 100 hingga 200 meter untuk mengambil air bersih di masjid kampungnya ketika musim kemarau. Ia juga tidak jarang meminta keluarga atau bahkan membeli air dengan harga Rp3 ribu per jeriken.

“Biasanya kalau air udah mulai susah, ngambil di rumah tetangga atau ngambil di masjid dan beli juga airnya, memang sering banget kekeringan. Tapi setelah dapat Sumur Wakaf ini, alhamdulillah senang, bisa untuk cuci piring atau baju, bisa diminum juga,” ujar Ety, yang berprofesi sebagai buruh tani dan beternak ini.


Program bertajuk "Wakaf Rame-Rame" jadi salah satu program yang terus digencarkan oleh Global Wakaf - ACT Bekasi. Sebab, dengan instrumen tersebut, persoalan-persoalan sosial masyarakat di Bekasi dapat diatasi. Salah satunya yakni persoalan air bersih.
[]

Bagikan