Puluhan Tahun Mengabdi, Guru Prasejahtera di Tangerang Terima Apresiasi

Fatimah telah mengabdi sebagai guru MI Al Munawaroh selama 25 tahun. Sementara Alawiah mengajar di sekolah yang sama dengan rentang waktu yang lebih lama, yakni 35 tahun. Meski status mereka hanyalah guru honorer, mereka tak patah semangat mengajar para siswa.

Puluhan Tahun Mengabdi, Guru Prasejahtera di Tangerang Terima Apresiasi' photo
Fatimah (kanan) dan Siti Rohmah (kiri) bersyukur mendapatkan bantuan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, TANGERANG – Puluhan tahun mengabdi sebagai pengajar telah dilakoni sejumlah guru di MI Al Munawaroh dan Pondok Pesantren Asholatiyah di Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Fatimah dan Alawiah adalah dua di antaranya.

Fatimah telah mengabdi sebagai guru MI Al Munawaroh selama 25 tahun. Sementara Alawiah mengajar di sekolah yang sama dengan rentang waktu yang lebih lama, yakni 35 tahun. Puluhan tahun mengajar sebagai guru honorer, kini mereka menerima gaji Rp500 ribu per bulannya. 

Meski pendapatan yang mereka terima terkadang belum mencukupi kebutuhan harian, mereka tak patah semangat mengajar para siswa. Bahkan, Alawiah juga membuka kelas mengaji di waktu senggangnya untuk mengajar anak-anak di lingkungan rumahnya.

Atas dedikasi Fatimah dan Alawiah dalam mengajar, Global Zakat-ACT Tangerang memberikan apresiasi berupa beaguru kepada mereka melalui program Sahabat Guru Indonesia pada Selasa (11/2). Bantuan ini juga diberikan kepada empat guru lainnya di MI Al Munawaroh dan Pondok Pesantren Asholatiyah.

Apresiasi tersebut amat disyukuri oleh Fatimah. “Terima kasih ACT, saya merasa sangat terbantu dengan adanya program Sahabat Guru Indonesia,” ujar Fatimah. 

Ungkapan syukur senada juga datang dari Ustaz Deden, guru yang juga menerima bantuan biaya hidup. “Kami mendoakan teman-teman ACT semoga selalu diberkahi oleh Allah SWT,” harapnya.

Program Sahabat Guru Indonesia senantiasa menjangkau guru-guru prasejahtera. Program ini akan memberikan tunjangan kepada guru-guru dengan keterbatasan ekonomi di seluruh Indonesia, terlebih mereka yang masih berpenghasilan tak menentu dan rendah. Diharapkan program tersebut dapat menyemangati para guru dan pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik. []


Bagikan