Puluhan Tahun Warga Palestina Hadapi Masalah Air Terkontaminasi

Krisis air semakin menjadi di Palestina, polusi air penyebabnya. Banyak orang mengalami masalah kesehatan karena mengonsumsinya.

Puluhan Tahun Warga Palestina Hadapi Masalah Air Terkontaminasi' photo
Proses pembangunan Sumur Wakaf di Palestina. Sumur ini bakal memenuhi kebutuhan air bersih warga Palestina. (ACTNews)

ACTNews, GAZA Albendouin merupakan desa wilayah yang berlokasi di utara Gaza, Palestina. Ribuan orang tinggal di sana. Jarang ditemukan rumah-rumah mewah, yang ada banyak tempat tinggal berupa tenda-tenda terpal dengan tambalan di mana-mana. Desa itu dihuni 270 kepala keluarga atau sekitar 1.900 jiwa.

Desa Albendouin seakan tak layak untuk dihuni sebagai tempat tinggal. Pasalnya, sumber air yang ada sekarang ini tercemar polusi. Kesehatan makhluk hidup yang tinggal di sana kini terancam, terlebih mereka yang memanfaatkan air yang tercampur polusi untuk dikonsumsi.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan, kehidupan di Albedouin memang cukup memprihatinkan. Rumah ratusan KK di sana buruk kondisinya, hanya berupa tenda dengan bahan dasar kain atau terpal yang banyak lubang di sisi-sisi.

“Sumber air yang ada terkontaminasi bahan berbahaya akibat konflik kemanusiaan. Banyak dari mereka terserang penyakit karena tak bisa membeli air bersih untuk konsumsi,” jelas Faradiba, Senin (24/2),.

Konflik kemanusiaan berkepanjangan memang menimbulkan dampak buruk bagi penduduk Palestina. Selain rumah mereka yang direbut oleh pihak dari Israel, kontaminasi dari bahan berbahaya yang digunakan saat konflik terjadi juga menimbulkan pengaruh berkepanjangan, khususnya kesehatan dari makhluk hidup yang memanfaatkan air di Palestina.

Palestina kini mengalami krisis air bersih. Public Radio International melaporkan, sejak 20 tahun lalu, 85 persen air minum di Gaza terkontaminasi. Pada 2018, mereka menemukan fakta memprihatinkan bahwa kadar kontaminasi meningkat menjadi 97 persen. Padahal, mengonsumsi air terkontaminasi adalah masalah serius bagi kesehatan. Sejumlah penyakit seperti diare, penyakit ginjal, pendek (stunting), hingga gangguan kecerdasan adalah risikonya.

Untuk itu, ACT bersama Global Wakaf pada Januari lalu memulai pembangunan Sumur Wakaf di Albendouin, utara Gaza. Desa ini dipilih karena kondisinya sangat memprihatinkan karena sulit menyediakan air bersih bagi penduduknya. “Penggalian dilakukan tepat di pekarangan salah satu masjid yang ada di desa. Pemilihan lokasi di masjid juga agar mudah diakses selain oleh jemaah, juga masyarakat sekitar,” tambah Faradiba.

Tak hanya di Albendouin, Sumur Wakaf pada Februari ini juga sedang dibangun di wilayah Deir Al-Balah, Gaza. Di tempat ini berdiri berbagai gedung pemerintahan, namun persediaannya airnya sangat minim. Nantinya, air Sumur Wakaf tak hanya dinikmati pegawai yang bekerja di kompleks pemerintahan saja, tapi juga warga yang lewat di jalan-jalan sekitar Deir Al-Balah yang jumlahnya mencapai ribuan orang tiap hari.

Hingga kini, sudah ada tiga Sumur Wakaf yang dibangun di Gaza. Sebelumnya pada Desember 2019, satu sumur dibangun di kompleks sekolah Taqir bin Ziyad. Pembangunan sejumlah Sumur Wakaf ini merupakan respons dari ACT dan Global Wakaf untuk mengatasi krisis air di Palestina yang semakin hari semakin menyulitkan warga.[]


Bagikan