Puluhan Truk Angkut Beras dari Blora untuk Kapal Kemanusiaan

Puluhan Truk Angkut Beras dari Blora untuk Kapal Kemanusiaan

ACTNews, BLORA - Trauma masih tampak dari wajah korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Mereka tidak hanya kehilangan keluarga maupun harta benda, tetapi saat ini hidup dalam serba kekurangan, terutama kebutuhan logistik. Merespon hal tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berikhtiar terbaik dalam membantu para korban. Sejak Jumat (6/10) malam, puluhan truk bergerak membawa berton-ton beras dari pusat logistik Distribution Center (DC) di Desa Pojokwatu, Kecematan Sambong, Kabupaten Blora menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Harun Susanto salah satu penanggung jawab pemberangkatan bantuan beras menuturkan, sampai Sabtu (7/10) ini, sekitar 60-an truk yang membawa 500 ton beras sudah berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. “Bantuan beras ini kita berangkatkan secara bertahap, sejak semalam hingga saat ini sudah berangkat 60 lebih truk ditambah 1 tronton yang membawa beras-beras dari petani Blora untuk saudara-saudara kita di Palu dan Donggala,” ujarnya.

Dari Pelabuhan Merak, ratusan ton beras tersebut akan diberangkatkan menuju Palu dan Donggala menuju Kapal Kemanusiaan ACT. Barulah kemudian, bantuan disalurkan langsung untuk korban gempa dan tsunami di sana.

Harun menerangkan, bantuan beras tersebut diberikan secara bertahap. Untuk saat ini, 500 ton beras sudah diberangkatkan. Nantinya, 500 ton beras lainnya dari DC juga akan diberangkatkan selang beberapa hari kemudian. “Saat ini kita sedang menyiapkan lagi 500 ton beras yang akan diberangkatkan ke Palu dan Donggala,” ucapnya.

Bantuan sekitar 1.000  beras tersebut tidak hanya akan membantu korban gempa tsunami di Palu dan Donggala, tetapi juga memberdayakan para petani di Blora. Ribuan ton beras tersebut diperoleh dari sekitar 1.900 gabah petani Blora. Gabah-gabah ini berasal dari 291 ha yang dimiliki oleh sekitar 1.000 petani yang berasal dari 4 desa di Kecamatan Cepu, yaitu Desa Jipang, Desa Gadon, Desa Jibung, dan Desa Panolan. Beras-beras petani tersebut dibeli dengan harga terbaik.

Pengiriman bantuan ini mendapatkan sambutan antusias dari masyrakat yang terlibat. Agus, warga dari Desa Sambong yang biasanya bekerja sebagai buruh tani, saat ini terlibat sebagai relawan yang melakukan bongkar muat beras untuk diberangkat menuju Palu dan Donggala. Ia bersama 24 relawan lainnya sangat bangga telah ikut membantu dalam menyukseskan pemberangkatan beras ini.

“Saya dan teman-teman lainnya sangat senang ikut membantu. Semoga saudara kita di sana diberikan kemudahan dan keselamatan,” ungkapnya.

Rasa senang ini juga dirasakan oleh Ryanto, salah satu supir truk yang ikut mengantarkan bantuan ini menuju Pelabuhan Tanjung Perak. “Ini pengalaman pertama saya ikut dalam mengantarkan ratusan ton beras untu saudara kita di Palu dan Donggala, walaupun kita supir-supir tidak ikut langsung ke sana, kita hanya mengantarkan sampai pelabuhan saja,” katanya.

Sesampai di Pelabuhan Tanjung Perak, ratusan ton beras tersebut akan diberangkatkan menggunakan Kapal Kemanusiaan ACT menuju Palu, Senin (8/10). Dengan semangat kemusiaan, Insya Allah Kapal Kemanusiaan akan dilayarkan membawa bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia termasuk ribuan ton beras dari Blora.  []