Puluhan Warga Yaman Meninggal dalam Konflik Sepekan Terakhir

Sepekan terakhir, puluhan warga meninggal dunia karena konflik di Yaman. Sejumlah korban adalah anak-anak dan perempuan.

krisis yaman
Ilustrasi. Puluhan warga Yaman meninggal dalam konflik yang terjadi satu minggu terakhir. (ICRC/Abduljabbar Zeyad)

ACTNews, YAMAN – Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan, eskalasi kekerasan dalam Konflik di Yaman terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Lebih dari 80 warga sipil meninggal dunia dan ratusan terluka akibat kekerasan yang terjadi dalam waktu satu minggu terakhir. Sebagian besar para korban meninggal karena serangan udara dari kelompok bersenjata.

Jumlah tersebut muncul setelah serangan misil di utara Kota Saada, pada Jumat (21/1/2022) dini hari. Sebanyak 70 orang meninggal.

Sejumlah organisasi kemanusiaan menyatakan serangan tersebut adalah salah satu terparah yang terjadi di Yaman. Serangan juga menghancurkan pusat telekomunikasi dan pemutusan akses internet di Yaman.

Pihak rumah sakit yang tengah melakukan perawatan korban luka pun menyebut jumlah korban bisa saja bertambah. Saat ini puing-puing bangunan yang hancur masih dibersihkan dan potensi menemukan korban di bawah puing masih sangat tinggi.

Ahmed Mahat, kepala Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan, Rumah Sakit Al-Gumhourriyeh di Saada sangat kewalahan. Mereka tidak dapat menerima pasien lagi. “Kami telah menyumbangkan pasokan medis ke rumah sakit tetapi kami tahu itu tidak cukup untuk menangani semua korban.” katanya.

Dalam tiga bulan terakhir, ada peningkatan 60 persen jumlah korban dalam konflik di Yaman. Situasi ini pun diperkirakan memburuk pada 2022. Operasional rumah sakit, sekolah hingga infrastruktur air akan semakin kritis dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin parah di Yaman.[]