Qatar Bergetar Bersama Global Wakaf Roadshow

Qatar Bergetar Bersama Global Wakaf Roadshow

GlobalWakaf, QATAR - Global Wakaf Foundation kembali mengadakan Roadshow Silaturahim Dunia Membangun Indonesia di beberapa negara di dunia. Setelah Juni lalu menyapa komunitas Muslim Indonesia di Washington DC, AS, kini Tim GW menyambangi Qatar dan bersua dengan diaspora Muslim Indonesia di sana, tepatnya pada 1 Desember 2016.
 
Setibanya di Qatar, tim disambut oleh Indonesia Muslim Society in Qatar atau IMSQA, sebuah organisasi sosial keagamaan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Qatar. Roadshow ini dilaksanakan di lima kota yaitu Doha, Wakra, Dukhan, Mesaieed, dan Al Khor. 

Roadshow yang bertajuk "Silaturahim Dunia Membangun Indonesia" ini membawa bahasan mawarits (ilmu waris) yang dipaparkan dalam bingkai distribusi harta berbasis mawarits. Kajian tersebut disampaikan oleh Ustadz Muhammad Jabal Alamsyah, pakar ilmu mawarits sekaligus Direktur Center for Mawarith Studies, UNIDA Gontor.
 
Ustadz Jabal menerangkan bahwa mawarits merupakan perkara nano-ekonomi yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat Muslim. Ia lantas menyoroti banyaknya kasus pembagian harta waris bermasalah di masyarakat, yang merupakan akibat minimnya kesadaran masyarakat akan urgensi masalah ini.

Padahal, melihat begitu seriusnya, Al-Qur’an menjelaskan dengan sangat detail pembagian harta yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dunia. Oleh karena itu, penting kiranya kajian ilmu mawarits untuk disosialisasikan secara luas, tentunya demi membumikan perintah Allah, dan mengurangi permasalahan pembagian harta waris dalam keluarga.
 
Beliau tak lupa mengingatkan bahwa mawarits merupakan hal fardu yang mana tingkat kefarduannya sama seperti salat, hanya berbeda cara penunaian. “Bedanya hal ini gugur kewajibannya jika telah ada seorang mahir yang melaksanakannya, siapa pun itu. Meski mawarits bersifat nano-ekonomi, tapi ia berdampak kuat kepada ekonomi mikro dan makro secara nasional dan bahkan global,” papar Ustadz Jabal.
 
Melihat kefarduan yang ada pada mawarits, ustadz menekankan pentingnya merencanakan keuangan dan membuat pencatatannya sebelum kematian. “Ini merupakan islamic financial planning berbasis waris. Sebelum meninggal, kita perlu mencatat seluruh harta kita, termasuk hutang. Dari sana aka jelas mana harta mayit yang akan diwariskan, mana yang bukan agar tidak diganggu-gugat.” jelasnya.
 
Dalam perencanaan keuangan berbasis waris tersebut, selain menetapkan pembagian warisan, individu bisa mulai merencanakan untuk mendistribusikan harta yang akan menjadi amal jariyahnya. Hal ini dikarenakan ketika seseorang meninggal dan seluruh hartanya telah dibagi, ia tidak mendapat apa pun, jika tidak ada sebagian hartanya yang telah diinfaqkan dalam bentuk sedekah jariyah.
 
“Kalau dia ingin mendapat pahala dari hartanya, pertama ia harus berzakat dan memberi nafkah bagi yang wajib ia nafkahi, dan ini hal wajib. Kemudian ada infaq yang sunnah berupa hadiah, sedekah, dan hibah. Jika ingin lebih baik, ada wakaf, dan ini yang terbaik. Karena wakaf merupakan bentuk investasi berdimensi abadi. Ia menjadi milik Allah, tidak diwariskan dan tidak boleh diganggu-gugat. Namun pahala yang mengalir karena kemanfaatannya terus dicatat sebagai amal shalih pewakaf. Untuk itu, pandai-pandailah memilih nazhir yang bisa mengelola aset wakaf secara baik dan berkesinambungan" tambahnya.
 
Kajian ini disambut sangat antusias oleh para hadirin. Mereka mengaku bahwa banyak dari mereka yang masih awam mengenai perkara mawarits yang bersifat fardu tersebut.

 

“Sungguh, baru kali ini saya mendengar ilmu ini, Ustadz. Ternyata memang sudah dijabarkan secara rinci di Al-Qur’an, tinggal kita saja yang perlu memahaminya lebih dalam serta mengamalkannya. Semoga kita bisa perdalam lagi topik ini di kajian intensif berikutnya,” respon salah seorang peserta kajian.
 
Menurut sebagian yang lain, kajian ini sungguh sangat mencerahkan. Ada pula beberapa orang yang langsung tergerak untuk mewakafkan dan mempercayakan hartanya untuk dikelola secara profesional dan produktif oleh Global Wakaf Foundation.
 
Roadshow Silaturahim Dunia Membangun Indonesia di Qatar merekam semangat umat Muslim Indonesia di negeri rantau untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, mempererat tali persaudaraan dan untuk memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di tanah air. Sehingga, IMSQA beserta jamaah yang hadir juga berharap jika program keagamaan dan kemanusiaan serupa dari GW―yang mampu memberikan manfaat baik bagi diri sendiri maupun umat secara luas―bisa terus berlanjut. []
 
Penulis: Andika Rahman
Editor: Dyah Sulistiowati

 

Tag

Belum ada tag sama sekali