Ramadan Hari Pertama, Paket Pangan Indonesia Dinikmati Warga Palestina

Bantuan pangan Aksi Cepat Tanggap dinikmati banyak warga dunia pada hari pertama Ramadan, termasuk warga Palestina di Yerusalem.

Relawan dan mitra Aksi Cepat Tanggap di Yerusalem menyiapkan bantuan pangan untuk warga prasejahtera di Yerusalem. (ACTNews)

ACTNews, YERUSALEM – Pembatasan gerak di Yerusalem semakin diperketat otoritas Israel selama pandemi Covid-19, termasuk Kota Lama Yerusalem yang menjadi tempat keagamaan penting bagi tiga agama. Hal ini juga dirasakan umat muslim Palestina yang menyambut bulan suci Ramadan.

Di tengah pembatasan itu, relawan dan mitra Aksi Cepat Tanggap di Yerusalem tetap berikhtiar mendukung kehidupan warga Palestina dengan bantuan pangan. Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT menerangkan, bantuan paket pangan di awal Ramadan mendukung masyarakat prasejahtera di Yerusalem. Sebanyak puluhan paket pangan diterima 50 kepala keluarga pada Jumat (24/4).

“Kami berharap paket pangan ini menjadi penyambung silaturahmi di awal Ramadan dengan masyarakat Yersusalem. Sekaligus mendukung kesediaan pangan masyarakat Yerusalem yang semakin terbatas geraknya,” kata Said.

Pasokan paket pangan dari Indonesia Humanitarian Center itu dikemas dan diantarkan langsung kepada para penerima manfaat. Pembatasan Covid-19 oleh otoritas Israel juga berdampak ke sektor pekerjaan masyarakat Palestina. Pembatasan gerak yang ketat membuat masyarakat Palestina tidak dapat melewati cek poin Israel.

Sebelumnya, Indonesia Humanitarian Center juga memasok pangan bagi ratusan keluarga di Gaza menjelang Ramadan. Jomah Al Najjar, mitra ACT di Gaza, mengungkapkan saat ini Gaza sedang dalam kondisi sulit akibat wabah Covid-19. Banyak orang yang pada akhirnya tidak memiliki pekerjaan akibat mewabahnya virus ini. Ia berterima kasih dengan hadirnya bantuan pangan untuk warga Gaza selama Ramadan. 

“Kita sangat bahagia dengan Ramadan. Semoga Ramadan ini membawa kebaikan untuk kalian yang berada di ACT dan orang-orang Indonesia yang telah mendukung semua negara, termasuk Palestina. Dan memang penerima manfaat ini adalah orang-orang yang sangat membutuhkan makanan, jadi pendistribusian ini sangat membantu mereka, terutama di Ramadan ini,” ujar Jomah. []