Rangkaian Aksi Berbagi dan Menginspirasi di Pulau Karimunjawa

Tim ACT dan MRI Jepara melakukan serangkaian aksi kemanusiaan di wilayah Pulau Karimunjawa pada Jumat (17/1) hingga Sabtu (18/1) lalu. Berbagai penerima manfaat disasar dalam kegiatan ini, mulai dari siswa sekolah, warga prasejahtera, hingga guru.

Penyerahan bantuan peralatan sekolah kepada siswa SDN 3 Kemujan, Karimunjawa. (ACTNews)

ACTNews, JEPARA - Menembus pelosok utara Pulau Jawa, rombongan Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah tiba di Dusun Tlogo, Desa Kamujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Menempuh waktu 7 jam perjalanan, tim yang terdiri dari 14 orang bersiap menggelar berbagai program kemanusiaan pada Jumat (17/1) itu. Misalnya saja, pelayanan kesehatan gratis, mengajar anak-anak SD, pembagian paket perlengkapan sekolah, hingga bantuan untuk guru prasejahtera.

"Perjalanan selama tujuh jam dari Semarang sampai ke sini, kami niatkan untuk berbagi dan menginspirasi kepada penduduk prasejahtera Karimunjawa. Insyaallah program berkelanjutan sedang kita siapkan untuk Dusun Tlogo yang berada di Desa Kemujan ini," ungkap Azzam selaku Ketua MRI Kabupaten Jepara.

Sesampainya di Dusun Tlogo, rombongan juga langsung mendirikan posko di rumah salah satu warga setempat. Tim bergegas menuju Balaidesa Kemujan untuk membuka pelayanan kesehatan gratis yang dijalankan oleh dokter dan sejumlah tim medis MRI.


Salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan yang diadakan oleh tim MRI-ACT Jawa Tengah. (ACTNews)

Di hari kedua, yakni Sabtu (18/1) besoknya, tim MRI-ACT tiba di SDN 3 Kemujan untuk melaksanakan apel pagi bersama puluhan guru dan murid. Setelah apel usai, tim memberikan paket perlengkapan sekolah bagi siswa yatim piatu, prasejahtera dan berprestasi, sekaligus memberikan edukasi kemanusiaan dengan masuk ke kelas-kelas.

Usai mengajar, rombongan relawan melanjutkan perjalanan dengan menaiki sampan menuju Pulau Cilik untuk memberikan apresiasi kepada Muniati melalui program Sahabat Guru Indonesia.  Ia adalah seorang janda sekaligus guru prasejahtera yang telah puluhan tahun mengabdikan diri di SDN 3 Kemujen.

Menurut Giyanto selaku Kepala Cabang ACT Jateng, Sahabat Guru Indonesia merupakan program reguler yang akan terus digulirkan oleh ACT. “Program bantuan Sahabat Guru Indonesia sudah berlangsung sejak akhir 2019. Sementara tahun ini kita akan lebih meluaskan bantuan hingga ke pelosok daerah di seluruh Jawa Tengah,” kata Giyanto.

Giyanto juga mengatakan, ke depannya ACT Jawa Tengah berencana akan memberikan bantuan pangan untuk keluarga prasejahtera, mengimplementasikan program Beras untuk Santri Indonesia, Sumur Wakaf Pertanian, dan beberapa program pemberdayaan masyarakat lainnya. []