Rangkaian Program Pangan ACT Jangkau Ratusan Ribu Warga Prasejahtera

Melalui program Humanity Care Line, Operasi Pangan Gratis serta Air Minum Wakaf, ACT terus berikhtiar memenuhi kebutuhan pangan masyarakat prasejahtera. Apalagi kebutuhan pangan menjadi penting di tengah pandemi yang berdampak pada sendi ekonomi masyarakat.

Rangkaian Program Pangan ACT Jangkau Ratusan Ribu Warga Prasejahtera' photo
Pekerja di Lumbung Air Wakaf Pasuruan, Jawa Timur, menyusun karton Air Minum Wakaf sebelum didistribusikan ke masyarakat prasejahtera pada Desember 2019. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Kebaikan Humanity Care Line dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga kini terus berlanjut. Program yang diluncurkan sebagai respons atas kebutuhan pangan masyarakat di tengah pandemi ini senantiasa hadir di tengah masyarakat. Para pekerja kemanusiaan yang tergabung di dalamnya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Hingga kini, jutaan kilogram beras telah terdistribusi ke masyarakat prasejahtera.

Per 28 Mei hingga 26 Juni, telah ada 229.222 penerima manfaat di 39 kabupaten/kota. Beras yang terdistribusi mencapai 1.146.110 kilogram bagi masyarakat prasejahtera. Proses pendistribusian jutaan kilogram beras itu melibatkan hingga lebih dari 45 ribu relawan.

“Jumlah penerima manfaat serta total beras yang terdistribusi akan terus bertambah seiring dengan operator yang terus menerima telepon dari masyarakat prasejahtera setiap harinya, serta proses pendistribusian yang terus berjalan,” jelas Koordinator Humanity Care Line Helmina Sari, Senin (28/6).

Humanity Care Line merupakan salah satu program pemenuhan pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Di awal adanya temuan kasus Covid-19 di Indonesia, ACT juga meluncurkan program Operasi Beras Gratis. Berbeda dengan Humanity Care Line yang saat ini baru ada di beberapa kota, Operasi Beras Gratis ini jangkauannya lebih luas. Didistribusikan oleh cabang-cabang ACT dan tim Masyarakat Relawan Indonesia, Operasi Beras Gratis hadir untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi.

Danu Putra Anugrah dari Tim Program ACT mengatakan, dalam periode 19 Maret hingga 26 Juni, beras yang telah didistribusikan melalui program Operasi Beras Gratis mencapai 227.750 kilogram untuk 41.633 keluarga di 50 kota/kabupaten di 17 provinsi. Proses penyaluran bantuan beras melibatkan 1.411 relawan MRI di seluruh Indonesia. “Beras yang kami distribusikan setidaknya bisa dikonsumsi oleh 202.887 jiwa di Indonesia,” jelas Danu, Jumat (26/6).

Sampai hari ini pun proses pendistribusian beras terus dilakukan. Ratusan kilogram beras yang ACT bagikan bersumber dari Lumbung Pangan Wakaf serta petani lokal. Dengan begitu, Operasi Beras Gratis tak hanya memberikan manfaat bagi warga prasejahtera, tapi juga petani lokal.

Selain beras yang berasal dari lumbung pangan, ACT juga memberikan kebutuhan pangan lainnya ke masyarakat prasejahtera, yakni Air Minum Wakaf yang bersumber dari Lumbung Air Wakaf. Saat ini ACT memiliki 2 lumbung air yang bertempat di Pasuruan dan Purwakarta. Ribuan karton Air Minum Wakaf terproduksi di sana untuk kebutuhan aksi kemanusiaan.

Per 19 Maret hingga 26 Juni, telah terdistribusi 3.450 karton Air Minum Wakaf yang bisa dinikmati oleh 45.740 jiwa penerima manfaat. Air Minum Wakaf ini, selain didistribusikan ke masjid-masjid, juga didistribusikan ke masyarakat prasejahtera bersama paket beras dari Humanity Care Line. Sampai saat ini, 11 kabupaten/kota yang menerima air minum mineral gratis ini.

Untuk ke depannya, ACT akan terus memberikan pelayanan kemanusiaan terbaik ke masyarakat melalui berbagai program, salah satunya pemenuhan kebutuhan pangan. Melalui peningkatan kapasitas serta pelayanan, diharapkan mampu memberikan yang terbaik ke masyarakat prasejahtera dan setiap pihak yang terlibat dalam aksi kebaikan ini.[]