Rasima: Kalau Membuat Gerobak Hanya Mampu Rodanya Saja

Rasima (56) terus menjalankan usaha pecel sejak suaminya meninggal dunia. Ia terus mencari cara bagaimana dagangan dapat berjalan bahkan sampai meminjam gerobak temannya.

bantuan modal umkm
Rasima menceritakan bahwa sulit banginya memperoleh penghasilan di masa pandemi ini. (ACTNews)

ACTNews, PONTIANAK – Berjualan pecel akhirnya dilakoni Rasima (56) sejak tahun 1997, bertepatan di tahun di mana suaminya tiada. Dari usaha yang kini menambah ayam geprek sebagai menu, Rasima membiayai anak-anak sampai dewasa. Salah satunya bahkan telah bekerja lepas di pelabuhan.

Meskipun penghasilan sang anak kini dapat membantu, kebutuhan keluarga tetap mendesak. Sehingga Rasima tak berhenti berjualan. Ditambah keadaan berjualan justru makin sulit saat pandemi ini, dibandingkan hari-hari normal.

“Sejak pandemi ini, dek, Rp100 ribu saja kadang enggak sampai,” keluh Rasima ketika ditemui Tim Global Wakaf-ACT di tempatnya berjualan, di Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, pada Sabtu (21/8/2021).


Modal pun sangat sulit didapat, padahal Rasima sangat membutuhkan modal terutama untuk membuat gerobak. Sebab gerobak yang digunakan Rasima adalah gerobak yang ia pinjam dari seorang teman, dan digunakan secara bergantian.

“Teman Ibu, itu jualannya pagi. Ketika siang sampai sore, giliran Ibu yang pakai gerobak buat berjualan. Kalau sekarang, Ibu ini cuma (sanggup beli) rodanya saja, dek. Kalau untuk bikin gerobaknya sendiri, belum ada kemampuan,” tutur Rasima.

Untuk memudahkan Rasima berjualan, Global Wakaf-ACT Kalimantan Barat memberikan bantuan modal kepadanya lewat program Wakaf UMKM. Rasima pun bersyukur harapannya hari itu dapat terkabul. “Alhamdulillah, rencananya Ibu mau buat gerobak dari dana bantuan ini,” ucap Rasima. []