Rasulullah Tauladan Pemberantas Kemiskinan Terbaik

Rasulullah adalah sebaik-baiknya figur untuk dicontoh. Dalam hal memberantas kemiskinan, beliau berhasil memaksimalkan zakat.

rasulullah suri tauladan
Ilustrasi. Rasulullah adalah suri tauladan yang paling baik. (ACTNews/Rizki Febianto)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya suri tauladan. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21. “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

Dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, Rasulullah SAW sangatlah andal dan patut ditiru. Bahkan beliau mencintai orang-orang miskin. Dalam Kitab Al Barzanji, Syekh Ja'far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barzanji mengatakan, Rasulullah mencintai fakir miskin, duduk bersama mereka, membesuk mereka yang sedang sakit, mengiring jenazah mereka, dan tidak pernah menghina orang fakir. 

Terkait upaya mengatasi kemiskinan, saat Rasulullah menjadi Kepala Negara, ia membuat baitul maal di Masjid Nabawi. Selanjutnya baitul maal digunakan sebagai tempat mengumpulkan harta muslim, baik yang bersumber dari harta rampasan perang, infaq, sedekah, atau zakat.

Mustaring Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar dalam makalahnya di Jurnal Supremasi Volume XI Nomor 2 Tahun 2016 menerangkan, harta yang dikumpulkan di baitul maal tidak pernah disimpan lama. Di mana Rasulullah memerintahkan agar harta yang dikumpulkan segera didistribusikan kepada masyarakat berhak hingga tidak tersisa sedikit pun.

“Terdapat empat puluh nama sahabat yang jika digunakan istilah modern disebut sebagai pegawai sekretariat Rasulullah. Namun, tidak disebutkan adanya seorang bendaharawan negara. Kondisi yang seperti ini hanya mungkin terjadi di lingkungan yang mempunyai sistem pengawasan yang sangat ketat,” tulis Mustaring.

Pada zaman Rasulullah, walaupun dalam bentuk yang sederhana, pengelolaan zakat pada masa itu dinilai berhasil. Amil pada waktu itu adalah orang-orang yang amanah, jujur, transparan dan akuntabel.

Beberapa sahabat yang ditunjuk Rasulullah sebagai amil adalah Umar bin Khattab dan Ibn Qais ‘Ubadah Ibn Shamit yang bertugas menjadi amil di tingkat daerah. Selain itu juga mengutus Muadz bin Jabal untuk menjadi amil di Yaman. 

Satu hal yang paling substansial dalam penyaluran zakat pada masa Rasulullah adalah Rasul tidak pernah menunda penyaluran zakat. Bila zakat diterima pagi hari maka sebelum siang hari Rasul sudah membagikannya.[]