Ratapan Warga Akibat Terbatasnya Akses Medis di Gaza

Mohammad Nadi Albary (65) hanyalah satu dari ribuan pasien di Gaza yang mesti bertahan dengan kondisi sulit karena akses kesehatan yang minim. Ambulans dari Indonesia hadir untuk membantu Albary yang terancam diamputasi akibat dari diabetes mellitus.

Ambulans Indonesia yang datang menjemput Mohammad Nadi Albary di rumahnya. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Tak punya akses untuk fasilitas kesehatan, Mohammad Nadi Albary (65) hanya bisa mengerang kesakitan di atas tempat tidur di rumahnya yang ada di pelosok area Syeikh Redwan Kota Gaza akibat diabetes mellitus. Telapak kakinya terancam diamputasi dan juga luka-lukanya membutuhkan perawatan khusus dan rutin.

Sambil hanya bisa terbaring di kasur, Albary bercerita tentang bagaimana dibukanya klinik Indonesia sangat membantu kesehatannya. "Ketika klinik Indonesia dibuka, mereka datang kepada saya dan memindahkan saya ke klinik dengan ambulans dan memberikan semua perawatan medis yang saya butuhkan," ujar Albary.

Klinik Indonesia merupakan salah satu program ACT yang memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat Gaza secara gratis. Program ini hadir berkat dukungan Sahabat Dermawan. Beberapa bulan lalu, operasional Klinik Indonesia sempat berhenti karena pandemi Covid-19 dan keterbatasan biaya, padahal kebutuhan kesehatan masyarakat Gaza tidak pernah berhenti.


Albary terbaring di rumahnya. (ACTNews)

Absennya perawatan rutin ini mengakibatkan kaki kiri Albary mengalami abses dan infeksi.  Albary berharap, klinik yang biasa ia datangi itu kembali beroperasi seperti sedia kala. Terutama lewat kedermawanan masyarakat Indonesia.

"Saya mohon, jangan biarkan kami sendiri. Tolong, kami sekarat setiap hari. Saya hanya perlu obat dan pembalut untuk menghindari amputasi kaki kedua saya. Ya Allah, tolong saya," tangis Albary sambil merintih menahan sakit.


Tim Global Humanity Response  (GHR) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) mesti menembus jalan penuh becek dan dingin untuk merepons rintihan Mohammad.  “Ia tidak memiliki kendaraan untuk digunakan berobat ke rumah sakit, sehingga layanan antar jemput ambulans ACT memberikan bantuan yang sangat berarti untuk Pak Mohammad,” ungkap Said Mukaffiy dari Tim GHR – ACT pada Kamis (28/1/2021) kemarin.

Kabar baik pun datang seiring dengan bantuan tersebut, sebab dalam waktu dekat Klinik Indonesia akan kembali dibuka. “Insyaallah Februari 2021, Klinik Indonesia dan dilengkapi juga dengan ambulans akan kembali beroperasi memberikan layanan gratis untuk Pak Mohammad dan ribuan pasien lainnya. Mohon doa dan dukungan para dermawan sekalian, agar layanan ini terus bisa diakses oleh mereka yang membutuhkan,” pungkas Said. []