Ratusan Alat Kebersihan Bantu Warga Atasi Permasalahan Pascabanjir Konawe

Selepas masa tanggap darurat di akhir Juni kemarin, warga terdampak banjir Konawe Utara dihadapkan dengan keadaan tempat tinggal yang kotor. Endapan lumpur yang tebal dan mulai mengering menjadi sulit untuk dibersihkan.

Ratusan Alat Kebersihan Bantu Warga Atasi Permasalahan Pascabanjir Konawe' photo

ACTNews, KONAWE UTARA Pascabanjir besar yang kini telah surut, masyarakat di Konawe Utara dihadapkan dengan kondisi tempat tinggal serta lingkungan yang porak-poranda diterjang banjir awal Juni lalu. Tempat tinggal mereka banyak yang rusak hingga hancur. Tak sedikit juga rumah yang masih berdiri namun terendam endapan lumpur. Kondisi ini terlihat di Wanggudu Raya, Kecamatan Asera.

Di desa yang mengalami dampak cukup parah saat banjir ini, lumpur memenuhi rumah-rumah warga. Bersih-bersih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan di masa pemulihan ini. Warga terdampak membutuhkan alat kebersihan untuk membantu mereka membersihkan rumah dari endapan lumpur yang mulai mengering.

Kamis (27/6), ACT Sulawesi Selatan dan MRI memberikan paket alat kebersihan bagi warga Wanggudu Raya. Alat ini nantinya dapat dimanfaatkan warga untuk membersihkan rumah.

Hasbullah dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengatakan, endapan lumpur yang terbawa arus banjir di permukiman warga cukup tinggi. Lumpur ini cukup sulit dibersihkan karena sudah mulai mengering.


“Seratus paket alat kebersihan yang kami berikan kepada warga. Bantuan berupa alat kebersihan seperti ini yang memang sedang ditunggu warga. Soalnya jika harus mencari alat kebersihan sendiri akan sangat sulit karena perekonomian serta distribusi barang dagangan belum maksimal di Konawe Utara setelah banjir,” jelas Hasbullah.

Pascabanjir, Konawe Utara masuk masa pemulihan setelah masa tanggap darurat yang dicabut pada Ahad (30/6) kemarin. Sebelumnya, masa tanggap darurat di Konut berlangsung sejak Selasa (2/6) hingga dua pekan selanjutnya.

Namun, banjir yang belum juga surut setelah dua pekan membuat pemerintah setempat memperpanjang tanggap darurat pada Selasa (16/6) hingga akhir Juni ini. Banjir besar yang diindikasi akibat adanya tambang serta kerusakan lingkungan memaksa Konawe Utara memberlakukan masa tanggap darurat satu bulan lamanya.

Sebelum paket alat kebersihan ini, ACT sudah terlebih dahulu mendistribusikan paket pangan kepada masyarakat terdampak, termasuk di Kecamatan Asera yang sempat terisolasi akibat akses jalan yang terputus banjir. Kebutuhan pangan sangat mendesak hingga kini karena jalur distrisbusi yang masih belum normal.

Di hari pertama kejadian, tim relawan MRI-ACT juga sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi. Selanjutnya tim tambahan serta armada evakuasi segera didatangkan dari wilayah terdekat Konawe Utara seperti Palu di Sulawesi Tengah juga Makassar di Sulawesi Selatan dan kota lainnya untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir besar.[]

Bagikan