Ratusan Bibit Bakau untuk Kelestarian Bekantan Kalsel

Melihat semakin menyusutnya habitat bekantan, membawa ACT bersama Jasa Raharja Kalsel menggelar penanaman bibit bakau di Pulau Curiak yang menjadi habitat primata tersebut. Ikhtiar ini dilakukan tak sebatas melestarikan alam, tapi juga sarana edukasi bersama.

Tim ACT bersama Jasa Raharja Kalsel melakukan penanaman bakau di Pulau Curiak, Desa Marabahan Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala yang menjadi habitat bekantan. (ACTNews)

ACTNews, BARITO KUALA Eksistensi satwa khas Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, yaitu bekantan (nasalis larvatus), di era saat ini mulai terancam. Perburuan liar serta rusaknya habitat diduga menjadi faktor utama berkurangnya primata ini. Untuk itu, pelestarian dan menjaga alam kini harus digencarkan, salah satunya penanaman pohon.

Hal ini juga lah yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Jasa Raharja Cabang Kalimantan Selatan untuk menjaga lingkungan. Kamis (8/4/2021) kemarin, giat lingkungan ini dilakukan di Pulau Curiak, Desa Marabahan Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala. Di salah satu habitat bekantan di Kalsel ini, bibit bakau ditanam.

Sedikitnya, ada 100 bibit bakau ditanam di pulau yang berlokasi di pinggiran Sungai Barito. Penanaman bibit pohon ini juga menggandeng komunitas Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) yang selama ini memelihara eksistensi bekantan. Menurut Kepala Cabang Jasa Raharja Kalsel Eva Yuliasta, kolaborasi antara Jasa Raharja dengan ACT merupakan wujud nyata kepedulian lingkungan.

“Penanaman bibit bakau ini tak sekadar upaya melestarikan lingkungan, tapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. Apalagi mengingat bekantan menjadi hewan asli Kalimatan yang menjadi kekayaan kita bersama,” ungkap Eva.

Selain penanaman 100 bakau di Pulau Curiak, Jasa Raharja Kalsel juga membagikan 300 bibit trembesi di beberapa sekolah di sekitar kantornya di Banjarmasin. Kegiatan ini dilakukan, agar kelestarian lingkungan tak hanya terjadi di wilayah konservasi, tapi juga lokasi pendidikan.

Aksi ACT bersama Jasa Raharja Kalimantan Selatan bukanlah kali pertama. Beberapa hari lalu, kolaborasi kebaikan ini meresmikan dimulainya pembangunan hunian nyaman untuk keluarga atau Family Shelter di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang menjadi salah satu titik terparah banjir Kalsel Januari lalu.

“Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap lingkungan. Semoga ikhtiar ini bisa melestarikan lingkungan serta seluruh satwa yang mendiami Kalsel,” harap Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin.[]