Ratusan Keluarga Terdampak Banjir Sudan Terima Bantuan Pangan

Dampak banjir setinggi 17 meter yang melanda Sudan beberapa waktu lalu masih dirasakan oleh korban hingga hari ini. Untuk itu, ACT bersama dermawan Indonesia pada Oktober ini menyalurkan bantuan pangan untuk warga terdampak banjir di Sudan.

Ratusan Keluarga Terdampak Banjir Sudan Terima Bantuan Pangan' photo
Penduduk Sudan sedang membawa bantuan pangan dari ACT. (ACTNews)

ACTNews, SHENDI – Beberapa bulan lalu, wilayah Sudan diterjang banjir yang cukup parah. Banjir ini dipicu oleh meluapnya Sungai Nil. Dampaknya, sekitar 700 ribu orang terancam menghadapi krisis setelah banjir menerjang Sudan. Sekitar 36 wilayah, ladang, bahkan kebutuhan hidup habis diterjang air bah. Lebih dari 5,5 juta orang di Sudan membutuhkan bantuan kemanusiaan, sebagaimana dilaporkan Program Pangan Dunia (WFP).

Merespons bencana ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada pekan kedua Oktober ini mendistribusikan bantuan kemanusiaan untuk warga Sudan. Aksi ini melibatkan 10 relawan. Bertempat di Shendi, Sudan, paket pangan diberikan bagi 240 keluarga terdampak bencana dan prasejahtera. Paket pangan tersebut berisi sekitar 30 kilogram bahan pangan dan kelambu.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response - ACT mengatakan, pangan menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak untuk dipenuhi. Hal tersebut karena mengingat besarnya banjir yang membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya pascabencana. “Dampak dari bencana banjir ini tak hanya merusak rumah, tapi juga puluhan haktare lahan pertanian,” jelas Faradiba, Ahad (18/10).

Di wilayah Shendi sendiri, tercatat ada 80 hektare lahan yang ditanami sayur dan buah yang tergenang air, 400 rumah mengalami kerusakan. Untuk itu, selain bantuan pangan, perbaikan rumah menjadi bantuan yang tak kalah mendesaknya dan sangat diharapkan oleh penduduk Sudan.

Ahmed Abdulaziz Ali (81), seorang petani di Shendi mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang tersalurkan dari ACT. Ahmed pun berharap, ada dermawan yang bisa membangun kembali rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir. Arus banjir serta tingginya air yang mencapai 17 meter di permukiman menjadikan banyak tempat tinggal warga kini tak lagi layak dihuni.

Warga Sudan berharap agar dermawan tak meninggalkan mereka dalam kondisi yang belum baik seperti sekarang ini. ACT masih membuka kesempatan semua pihak untuk ikut ambil bagian dalam aksi kebaikan untuk Sudan. Lewat laman Indonesia Dermawan, ACT hingga 73 hari ke depan akan terus membuka donasi untuk membantu warga Sudan yang tertimpa bencana.[]