Ratusan Kilogram Beras Atasi Kerawanan Pangan di Pelosok Kendal

Program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) masih terus berlanjut. Kali ini, majelis taklim di Kendal yang membina anak-anak terlantar serta lansia yang mendapatkan ratusan kilogram beras gratis.

Ratusan Kilogram Beras Atasi Kerawanan Pangan di Pelosok Kendal' photo
Pendistribusian bantuan program BERISI untuk Pengaosan Al-Qarim di Kendal. (ACTNews)

ACTNews, KENDAL Ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan pangan santri terus dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Program Beras untuk Santri Indonesia atau BERISI masih berlangsung hingga saat ini. Kini, bantuan beras diberikan ke Pengaosan atau Majelis Taklim Al-Qarim yang terletak di Dusun Ngadipiro, Desa Kertosari, Sungorojo, Kabupaten Kendal.

Majelis Al-Qarim merupakan pondok yang menampung dan memberikan pembinaan kepada anak terlantar dan lansia yang tidak memiliki tempat tinggal. Lokasi majelis ini cukup jauh dari keramaian. Tiap harinya Majelis Al-Qarim memberikan kebutuhan pangan bagi anak-anak yang dibinanya.

Maesaroh, salah satu pengasuh di Pengaosan Al-Qarim, mengatakan pihaknya sering kali  kehabisan beras untuk makan anak-anak binaannya. Untuk menyiasati keadaan ini, mereka harus mengurangi jatah makan, atau tak jarang harus berpuasa. “Pernah suatu kali satu bungkus mi instan dibagi untuk sepuluh orang dengan memperbanyak kuahnya,” katanya.

ACT Jawa Tengah bersama relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengunjungi Pengaosan Al-Qarim pada Kamis (20/2). Perjalanan untuk sampai ke lokasi harus melewati medan yang tak mudah. Hanya tersedia jalan setapak tanpa aspal, yang jika terguyur hujan akan basah dan licin. “Jalan seperti itu agak susah kalau dilewati kendaraan biasa,” jelas Ketua MRI Jawa Tengah Hamas Rausyanfikr.

Di hari itu juga, ACT melalui program BERISI menyalurkan pasokan beras sebanyak 500 kilogram. Beras ini bakal memenuhi kebutuhan pangan anak-anak binaan majelis untuk beberapa waktu ke depan. Pendistribusian beras dilakukan dengan berjalan kaki sejauh 300 meter ke majelis dari titik terakhir pemberhentian mobil. “Mobil logistik tak bisa mencapai lokasi, jadi dilanjutkan dengan membawa beras dengan berjalan kaki melewati perkebunan warga dan jalan tanah berlumpur tanpa penerangan,” tambah Hamas.

Di Jawa Tengah, program BERISI masih terus bergulir. Berbagai pondok pesantren yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Jateng telah menikmati pasokan pangan ini. Nantinya, program BERISI akan terus hadir untuk memenuhi kebutuhan pangan para santri. “BERISI seakan jadi gambaran semangat gotong royong masyarakat Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan para santri,” ungkap Kepala Cabang ACT Jawa Tengah Giyanto.[]


Bagikan