Ratusan Muslim Gambia Punya Mushaf Baru di Bulan Ramadan

Ramadan tahun ini, ratusan anak-anak muslim di Gambia menerima hadiah mushaf Al-Qur’an baru dari dermawan. Kini mereka tak perlu lagi menggunakan mushaf yang usang milik sekolah secara bergantian untuk mengaji di bulan suci.

Anak-anak muslim di Gambia menerima mushaf Al-Qur’an baru dari dermawan. (ACTNews)

ACTNews, BANJUL – Gambia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Dari sekitar 2,1 juta penduduknya, lebih dari 95 persennya merupakan pemeluk Islam. Pada 2015 lalu, Gambia mendeklarasikan negaranya sebagai Republik Islam di Afrika. Banyak sekolah-sekolah Islam pun berkembang di sana yang setiap harinya mengajarkan ilmu keagamaan.

Kendati demikian, Gambia memiliki banyak permasalahan kemanusiaan seperti negara-negara berkembang lainnya di Afrika. Selain kemiskinan dan kelaparan, mereka juga kesulitan melaksanakan kegiatan peribadatan karena masjid yang kurang layak dan jumlah Al-Quran yang sangat terbatas.

Menanggapi hal tersebut, para dermawan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengantarkan sekitar 500 mushaf Al-Qur’an untuk anak-anak muslim di Gambia. Bantuan didistribusikan ke beberapa sekolah Islam di Ibu kota Gambia, Banjul pada awal Ramadan lalu.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Network ACT menjelaskan, hampir semua anak yang mendapatkan Al-Qur’an berasal dari keluarga miskin. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki mushaf sendiri dan biasa menggunakan mushaf yang usang milik sekolah secara bergantian.

“Al-Qur’an dibutuhkan untuk menunjang pendidikan agama anak-anak. Semoga bantuan Al-Qur’an ini dapat menunjang kebutuhan mengaji mereka, terutama di bulan Ramadan ini, di mana pahala membaca Al-Qur’an sangatlah besar,” kata Firdaus, Kamis (7/4/2022).

Untuk diketahui, bantuan ini bukan yang pertama dihadirkan para dermawan. Hampir setiap tahun, dermawan melalui ACT mengantarkan ratusan mushaf Al-Qur’an kepada muslim Gambia. "Pada 2021 lalu, 500 mushaf terdistribusi di Kota Kanda. Sementara pada 2020, bantuan serupa hadir untuk ratusan pelajar di Tallinding dan Kanifing," pungkas Firdaus. []