Ratusan Paket Lebaran untuk Korban Gempa Lombok di Hari Idulfitri

Paket Lebaran yang diberikan menambah rasa syukur ratusan warga di ICS Desa Gondang, Kecamatan GAngga, Lombok Utara.

Ratusan Paket Lebaran untuk Korban Gempa Lombok di Hari Idulfitri' photo

ACTNews, LOMBOK UTARA - Semarak menyambut Idulfitri terlihat di kompleks Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Setelah menjalani Ramadan di lokasi pengungsian, kini ratusan pengungsi ICS juga merayakan Idulfitri perdana mereka di lokasi pengungsian. Untuk membersamai Idulfitri warga di ICS, tim ACT menyiapkan dua ekor sapi yang telah disembelih dan berbagi 300 ratus paket Lebaran bagi warga penyintas gempa Lombok, Rabu (5/6).

Lalu Muhammad Alfian selaku Kepala Cabang ACT Nusa Tenggara Barat mengatakan, ACT mengadakan acara silaturahmi dan perayaan Idulfitri bersama masyarakat Lombok. Program ini merupakan rangkaian acara yang tidak terputus dari ACT sebagai pendampingan terhadap korban bencana alam.

“Kita telah melakukan silaturahmi dengan warga penghuni ICS pada hari ini. Ada beberapa kegiatan yaitu pertama, kegiatan pemotongan dua ekor sapi. Kedua, acara syukuran yang di dalamnya terdiri dari doa bersama, khatamul Quran, dan cukur rambut bayi yang baru lahir. Selain itu, ada paket yang kami bagikan ke 300 warga di ICS yang berisi sembako dan paket Lebaran untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” ungkap Romi, Rabu (5/6).


Asiyah (50) warga penyintas yang sejak Mei 2018 sudah tinggal di ICS menambahkan, dirinya merasa nyaman tinggal di ICS meskipun masih trauma kehilangan keluarga akibat gempa. “Kami semua menunggu hunian tetap yang hampir selesai dari bantuan pemerintah. Biasanya kami sahur dan menjalankan ibadah Ramadan dengan makanan seadanya. Untuk Lebaran pun kami belum ada persiapan, namun kebetulan kami dapat bingkisan daging dari para dermawan ACT. Kita silaturahmi dan makan ramai-ramai di masjid.

Kebahagiaan pun disampaikan oleh Angga (32). “Saya tinggal di sini sampai istri saya melahirkan juga. Saya masih trauma dengan kejadian gempa lalu, jadinya saya masih merasa nyaman untuk tinggal di shelter hingga saat ini. Selain itu, kami juga dapat bantuan paket pangan misalnya seperti beras, sembako, dan lainnya. Harapannya, kami bisa terus mendapat bantuan dari pihak ACT karena sepertinya kami masih lama untuk tinggal di sini. Hunian tetap kami dari bantuan pemerintah masih belum selesai meskipun pembangunannya sudah berproses,” ungkapnya.

Gempa hebat yang menghantam Lombok pada Agustus 2018 lalu, menarik empati yang sangat dalam dari seluruh negeri. Sejak fase tanggap darurat, ACT telah mendampingi para penyintas bencana. Memasuki tahap pemulihan pada September 2018 lalu, ICS dibangun di Desa Gondang demi bisa memenuhi kebutuhan hunian untuk warga terdampak. Tidak hanya tempat tinggal, ICS juga memiliki beberapa fasilitas-fasilitas lain seperti; masjid, toilet, bahkan hingga sekolah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. []


Bagikan