Ratusan Paket Makanan Didistribusikan untuk Pengusi Wamena

Pendistribusian pangan dilakukan di dua titik, yakni Yonif 751 Sentani dan posko yang dikelola oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Ratusan Paket Makanan Didistribusikan untuk Pengusi Wamena' photo
Suasana persiapan pendistribusian ratusan paket makanan siap santap untuk para pengungsi konflik sosial di Wamena. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAYAPURA - Ratusan pengungsi konflik sosial di Wamena mendapatkan bantuan berupa makanan siap santap yang dihadirkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT). Makanan-makanan tersebut dimasak pada Ahad (6/10) lalu oleh ACT yang bekerja sama dengan relawan putri di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Wahyu Novyan selaku Komandan Posko Nasional ACT untuk Tragedi Kemanusiaan Wamena menjelaskan, makanan yang dimasak di Asrama Putri IAIN Fattahul Muluk ini selanjutnya akan didistribusikan di dua titik pengungsian yang ada di Sentani.

“Nantinya makanan-makanan ini akan kita distribusikan di dua posko yang sebelumnya juga telah kita suplai, yakni Yonif 751 Sentani dan posko yang dikelola oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS),” kata Wahyu.

Pendistribusian makanan ini sebut Wahyu adalah penjajakan kerja sama awal dengan relawan putri di IAIN Fattahul Muluk. Tim hingga saat ini masih mengupayakan pendirian Dapur Umum ACT yang ada di Rindam XVII/Cenderawasih dan Yonif 751 Sentani. Saat kedua Dapur Umum di posko-posko ini sudah aktif, distribusi makanan akan lebih masif lagi.


Mahasiswi di IAIN Fattahul Muluk sedang mempersiapkan makanan yang akan didistribusikan kepada para pengungsi. (ACTNews/Eko Ramdani)

“Insyaallah rencana kita untuk ke depannya, kegiatan Dapur Umum akan lebih dimasifkan lagi dengan kolaborasi Rindam XVII/Cenderawasih dan Yonif 751 Sentani. Target yang hendak kita capai di adalah ratusan porsi, baik di Rindam dan juga Yonif,” kata Wahyu.

Nantinya tim juga akan melakukan penjajakan ke posko di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) Jayapura. Wahyu berharap ke depannya dapat berkolaborasi juga dengan posko di Lantamal untuk aksi-aksi kemanusiaan lainnya.

Dampak dari konflik ini salah satunya memang membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal. Seperti yang dicantumkan oleh data dari Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) per Senin (7/10) ini, sebanyak 165 rumah dan 465 ruko terbakar. Sementara 1.726 orang masih mengungsi di sejumlah posko-posko yang tersebar. []

Bagikan