Ratusan Paket Pangan IHC Jangkau Pengungsi Suriah di Hacipasa

Sulitnya keadaan pengungsi Suriah di Hacipasa, membuat pengungsi bergantung pada bantuan untuk kebutuhannya.

Ratusan Paket Pangan IHC Jangkau Pengungsi Suriah di Hacipasa' photo

ACTNews, HATAY - Ramadan penuh berkah, momen yang kini dirasakan pengungsi Suriah yang berada di perbatasan Turki-Suriah. Tiga pekan lebih, berkah Ramadan menyapa mereka, lewat nikmatnya sajian iftar dari masyarakat Indonesia dan hangatnya silaturahmi antarpengungsi di momen buka puasa bersama. Tidak hanya itu, berkah Ramadan juga hadir melalui ratusan paket pangan dari Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Kota Reyhanli, Turki.

Ahad (26/5), tim ACT bertolak menuju Hacipasa dengan membawa ratusan paket pangan. Dari gudang IHC di Reyhanli, perjalanan membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk ke Hacipasa. Desa kecil yang berbatasan langsung dengan Desa Azmarin, Suriah, ini, merupakan suaka bagi para pengungsi Suriah.


Kondisi perbatasan yang hanya terpisahkan oleh sungai ini menjadikan banyak warga Suriah yang mengungsikan diri ke Hacipasa akibat perang. Lokasi demikian jauh dari kota besar menjadikan ribuan pengungsi di Hacipasa cukup terisolir. Padahal keadaan hidup mereka cukup sulit untuk sekarang.

“Kondisi pengungsi Suriah yang ada di Hacipasa sekarang itu sedang kekurangan pencaharian tetap. Makanya mereka sekarang ini bekerja serabutan, dan karenanya untuk pangan sendiri mereka masih bergantung pada bantuan,” kata Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT.

Ahad itu, sebanyak 224 kepala keluarga menerima paket pangan dari Indonesia Humanitarian Center. Pendistribusian paket pangan ini merupakan hasil kolaborasi antara ACT dengan Kitabisa.com. Selain di Hacipasa, sejak 2018 paket pangan IHC senantiasa menjangkau pengungsi Suriah di perbatasan, seperti di Reyhanli yang juga berada di Provinsi Hatay.

Provinsi Hatay sendiri masuk dalam daerah yang ditandai merah oleh UNHCR, yang berarti lebih dari 300.000 pengungsi dari Suriah menetap di provinsi ini. Sementara menurut data dari UNHCR per tahun ini menyebutkan, secara keseluruhan sekitar 3.6 jiwa pengungsi Suriah kini masih menetap di Turki. []

Bagikan