Ratusan Pemukim Israel Menerobos Masuk ke Al-Aqsa

Lebih dari 200 pemukim yang dikawal pasukan Israel, menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Hal ini diduga merupakan upaya provokasi Israel terhadap warga Palestina yang sebenar lagi akan merayakan bulan suci Ramadan.

Israel serang palestina
Pemukim Israel memaksa masuk ke Al-Aqsa. (Dok. Anadolu Agency)

ACTNews, YERUSALEM – Lebih dari 200 pemukim Israel menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis (31/3/2022). Tim Global Humanity Network dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) melaporkan, ratusan pemukim tersebut turun dikawal oleh pasukan Israel saat menerobos masuk. 

Dilansir dari Middle East Monitor, para pemukim masuk melalui Gerbang Mughrabi yang berada di salah satu sisi komplek. Penyerbuan ini terjadi tidak lama setelah otoritas Israel mengeluarkan izin untuk para pemukim datang ke salah satu tempat paling suci tersebut. 

Saat kejadian tersebut, salah satu wanita Palestina ditahan pasukan Israel karena dianggap menghalangi para pemukim.  Ratusan warga Palestina biasanya berkumpul untuk melakukan salat di Al-Aqsa selama Ramadan. Mereka juga biasa berbuka puasa dan menghabiskan waktu di sekitar Gerbang Damaskus untuk menunggu waktu magrib.

Sementara itu, pasukan Israel telah membuat pos pemeriksaan di persimpangan Wadi Al-Rababa di Kota Silwan, yang terletak di selatan Masjid Al-Aqsa. Mereka juga menggeledah kendaraan dan memeriksa identitas warga Palestina. 

Otoritas Palestina mendesak Israel untuk tidak menggunakan kekerasan atau provokasi terhadap warga Palestina di Al-Aqsa dan Yerusalem selama Ramadan. Sementara Kepresidenan Palestina dengan tegas mengutuk eskalasi serius Israel saat ini, yaitu menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha. 

Kepresidenan Palestina menilai provokasi Israel dalam bentuk serbuan ke Al-Aqsa, pembunuhan di luar hukum, dan serangan pemukim, akan memperburuk ketegangan, merusak kawasan, dan membuat warga Palestina tidak tenang menjalani Ramadan. 

"Kami meminta pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas eskalasi ini. Serta kami menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan segera mengendalikan Israel dan meminta pertanggungjawaban atas kejahatannya," bunyi pernyataan Kepresidenan Palestina, dikutip dari kantor berita WAFA.[]