Ratusan Ribu Liter Air Tanggulangi Dampak Kekeringan di Sragen

Musim kemarau menyebabkan sumur warga di Kecamatan Jenar, Sragen, mengering.

Ratusan Ribu Liter Air Tanggulangi Dampak Kekeringan di Sragen' photo

ACTNews. SRAGEN Kekeringan akibat musim kemarau melanda sebagian daerah eks-karesidenan Solo Raya, salah satunya di Kabupaten Sragen. Merespons hal itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo mendistribusikan bantuan air bersih di Dusun Geneng Sari, Desa Banyuurip, Kecamatan Jenar, Sragen, Kamis (22/8).

Hari itu, 100.000 liter air bersih telah didistribusikan merata di dusun-dusun terdampak kekeringan. Pendistribusian bantuan air bersih ini menggunakan Humanity Water Tank ACT Solo dengan kapasitas daya tampung 8.000 liter.

Kepala Cabang ACT Solo Septi Endrasmoro mengatakan, melalui Humanity Water Tank, ACT Solo berikhtiar optimal dalam merespons bencana kekeringan untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang kekurangan air bersih.

"ACT Solo berkomitmen untuk mengirim bantuan jutaan liter air bersih sebagai  ikhtiar meredam bencana kekeringan di Solo Raya. Bantuan air bersih akan terus didistribusikan ke daerah kekeringan. Selain di Kabupaten Sragen, tim juga mendistribusi bantuan air bersih ke wilayah Klaten, Wonogiri, dan Boyolali,” ujar Septi.


Menurut informasi dari warga, Dusun Genengsari jarang mendapatkan bantuan air bersih, sehingga kebutuhan air bersih tidak tercukupi. Musim kemarau menyebabkan sumur-sumur warga dengan kedalaman 15 meter pun kering.

"Terkadang sampai seminggu tidak ada bantuan air bersih,  warga berterima kasih banyak saat ada bantuan air bersih datang," ungkap Marsiti, warga Dusun Genengsari.

Ia menambahkan, bantuan air bersih lebih dimanfaatkan warga untuk kebutuhan makan dan minum. “Untuk mandi dan mencuci, warga memilih mengambil di sungai,” imbuh Marsiti. []

Bagikan