Ratusan Ribu Penduduk Yaman Kehilangan Tempat Tinggal karena Banjir

Hujan deras dan banjir yang melanda Yaman selama tiga bulan ke belakang membuat sejumlah rumah, sawah, bahkan kebutuhan dasar sebagian penduduk hanyut. Selain menghadapi ancaman perang, kini para pengungsi harus menerima dampak dari bencana alam.

Ratusan Ribu Penduduk Yaman Kehilangan Tempat Tinggal karena Banjir' photo
Banjir melanda sejumlah tenda pengungsi. (UNHCR)

ACTNews, MARIB, HAJJA, SANAA – Diperkirakan 300.000 penduduk Yaman kehilangan rumah, sawah, kebutuhan pangan, dan kebutuhan personal akibat hujan deras dan banjir yang menerjang selama tiga bulan terakhir ini. Sejumlah wilayah yang terdampak amat parah yaitu Marib, Amran, Hajjah, Al Hudaydah, Taizz, Lahj, Aden, dan Abyan.

Di Habiba, hujan deras merobohkan bendungan Al-Roone secara tiba-tiba. Sekitar 250.000 meter kubik air tidak dapat dikendalikan dan membanjiri ribuan tempat tinggal pengungsi di Al-Tahseen, Souq al-Lill, dan sejumlah tempat lainnya.

Salah satu penduduk Marib, Hasan Mabkhut kepada Al Jazeera mengatakan, hujan deras banyak menimbulkan kerusakan. “Terlalu banyak kerusakan. Banjir menerjang pertanian dan sarana publik. Banjir juga langsung berdampak bagi pengungsi,” kata Hasan.

Sementara itu di Provinsi Hajja, banjir menghancurkan lebih dari 5.000 tenda pengungsi. Hasan, salah satu pengungsi terkejut saat tendanya lenyap terbawa air. Saat itu ia tengah di Distrik Shafa, kala kembali tendanya sudah tidak ada lagi. “Anak-anakku segera mengungsi ke tenda lain. Makanan yang kami kumpulkan pun terendam banjir,” cerita pengungsi di Provinsi Hajja itu. Sementara, di ibu kota Yaman, Sanaa, banjir merendam toko swalayan, kendaraan, dan fasilitas publik. []


Bagikan