Ratusan Titik Api Masih Terdapat di Enam Provinsi

Enam provinsi di Indonesia tercatat siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) mencatat, sebanyak 2.312 titik api tersebar di keenam provinsi tersebut.

Ratusan Titik Api Masih Terdapat di Enam Provinsi' photo

ACTNews, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini menjadi ancaman di sejumlah wilayah. Selain berdampak secara materi, pekat asap yang timbul akibat karhutla semakin meresahkan masyarakat.  

Berdasarkan informasi yang dihimpun Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), enam provinsi masih tercatat memiliki titik api yang sangat tinggi. Riau mempunyai 289 titik api, Jambi 504 titik api, Sumatera Selatan 332 titik api, Kalimantan Barat 572 titik api, Kalimantan Tengah 452 titik api, Kalimantan Selatan 133 titik api.

Direktur DMII Wahyu Novyan mengatakan, perlu peran sinergis semua pihak untuk menanggulangi karhutla yang terjadi hampir setiap tahun ini. “Kebakaran hutan bisa dicegah dengan tidak membakar lahan. Harus timbul kesadaran dari masyarakat, bahkan harus ada tindakan. Selain itu, upaya mitigasi harus dijalankan,” katanya kepada ACTNews, Rabu (11/9).


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per Rabu (11/9) mencatat 4.057 titik panas masih membara di 34 provinsi di Indonesia. Kalimantan Tengah masih menjadi provinsi dengan jumlah wilayah kebakaran hutan terbanyak hingga Rabu ini, yakni 1.066 titik panas.

Karhutla pun membuat kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak memburuk. Asap pekat akibat karhutla membuat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat di wilayah terdampak.

“Masyarakat yang terdampak asap harus menaruh perhatian pada kesehatan. Warga diharapkan memakai masker sesuai standar. Warga juga harus mengonsumsi air mineral cukup,” lanjut Wahyu. Ia juga mengimbau para pengendara juga harus berhati-hati mengingat jarak pandang terbatas di sejumlah wilayah tertentu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatra Selatan bahkan mengeluarkan surat edaran pendirian posko kesehatan di 17 kabupaten/kota yang terdampak kabut asap karhutla. Sedangkan di Pekanbaru, lebih dari lima ribu tercatat oleh dinas kesehatan setempat. Sejumlah sekolah bahkan meliburkan siswanya demi alasan kesehatan. “Sebab pekat kabut asap, demi menjaga kesehatan aktivitas sekolah ditiadakan,” lapor Wahyu Suryanda dari Tim ACT Riau.[]

Bagikan