Ratusan Warga Mali Tak Lagi Khawatir Kekurangan Air Bersih

Global Wakaf-ACT merespon kondisi kekeringan di Mali dengan membangun sumur wakaf. Terbaru, ACT membangun sumur di Kota Bamako dengan kedalaman 20 meter. Sumur ini bisa di akses oleh 75 kepala keluarga yang berjumlah 600 jiwa.

Sumur Wakaf di Kota Bamako, Mali telah siap digunakan oleh warga. (ACTNews)

ACTNews, MALI — Kekeringan terjadi di Mali, Afrika Barat. Data UNICEF menyebutkan, 1,3 juta warga Mali membutuhkan air bersih. Krisis air bersih ini menjadi salah satu penyebab penyakit diare yang menjadi penyebab kematian terbesar bagi anak-anak di Mali. Kekeringan juga menjadi penyebab jumlah kurang gizi bertambah pada anak-anak. Selain itu, krisis air bersih ini juga berpengaruh pada sanitasi warga.

Global Wakaf-ACT merespons kondisi kekeringan di Mali dengan membangun sumur wakaf. Terbaru ACT, membangun sumur di Kota Bamako dengan kedalaman 20 meter. Sumur ini bisa di akses oleh 75 kepala keluarga yang berjumlah 600 jiwa. Pengerjaan sumur telah dimulai sejak 18 januari lalu hingga rampung pada 14 Maret 2021. Warga Mali pun bisa mulai menggunakan sumur wakaf ini.

Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response-ACT berujar, pembangunan sumur ini berkat bantuan dari para dermawan Indonesia yang telah menyedekahkan sebagian rezekinya untuk penanganan krisis air bersih.

“Terus salurkan bantuan kita kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Warga Mali sangat membutuhkan air bersih,” ujar Said.

Salah satu warga Mali, Oumou Traore (56) berujar bahwa banyak masalah dengan air minum yang mereka konsumsi setiap hari sebelum sebelum kehadiran Sumur Wakaf. Menurut Traore, anak-anak telah terbiasa meminum air tercemar.

"Sumur Wakaf ini adalah kejutan besar bagi kami. Terima kasih telah meringankan penderitaan kami. Selain untuk minum, air dari Sumur Wakaf ini membantu kami dalam berkebun sepanjang tahun," ujarnya.[]