Ratusan Warga Palestina Terluka di Peringatan Nakba Day

Nakba Day menjadi peristiwa yang tidak akan pernah dilupakan warga Palestina.

ACTNews, GAZA, YERUSALEM - Israel menyerang ribuan warga Palestina dalam peringatan Hari Nakba di gerbang perbatasan Gaza-Israel, Rabu (15/5). Dalam serangan itu pusat hak asasi Palestina (PCHR) mencatat, 144 warga Palestina terluka, 49 di antaranya anak-anak. Sedangkan, Kementerian kesehatan Gaza melaporkan, 65 orang terluka, termasuk 15 orang yang mengalami luka tembak. Di antara korban luka itu, 22 orang adalah anak-anak dan 3 paramedis. Kabar itu diberitakan sejumlah media internasional.

Menurut saksi mata, militer Israel menembakkan amunisi gas air mata dan peluru baja berlapis karet ke arah warga Palestina yang melakukan demonstrasi. Kekerasan itu mereka lakukan dengan dalih mencegah para “perusuh” mendekati gerbang perbatasan, sebagaimana ditulis Al Jazeera.

Umm Mahdi Nofal (72) adalah salah satu rakyat Palestina yang turut dalam barisan Rabu lalu. Ia dan keluarganya merupakan pengungsi dari Ashdod, 60 kilometer jauhnya dari Jalur Gaza, yang kini sepenuhnya diokupasi Israel.


“Kami adalah generasi yang merasakan penderitaan pemindahan di antara tenda-tenda dan kamp-kamp. Ketika keluarga kami mengungsi ke Gaza, mereka harus tidur beralaskan tanah di bawah langit. Kampung halaman mereka telah dicuri dan mereka harus tinggal di kamp yang sangat penuh,” kenang Umm Mahdi kepada Al Jazeera.

Turut pula dalam barisan protes Ahmad Atallah (46). Ia membawa serta anak-anaknya, dengan begitu ia berharap bisa memperkenalkan kampung halaman mereka di balik tembok perbatasan Gaza-Israel, “tempat nenek moyang kami berasal dan dipindahpaksakan 71 tahun lalu.” katanya.

Peringatan Hari Nakba juga berlangsung sepuluh hari pascaserangan udara Israel ke Jalur Gaza di awal Ramadan lalu. Pada serangan Sabtu (4/5) lalu, Israel menghancurkan puluhan rumah dan setidaknya 24 orang dilaporkan meninggal dunia.

Dalam pekan awal Ramadan ini, tercatat sedikitnya tiga kali Israel melakukan agresi terhadap warga Gaza. Jumat (10/5) lalu, kekerasan berlebihan militer Israel lagi-lagi terjadi kepada warga Gaza yang melangsungkan aksi Great March of Return di gerbang perbatasan. Pada kejadian itu, 45 orang mengalami luka-luka. Penembakan gas air mata dan peluru karet kembali dilakukan militer Israel. []