Relawan Mengajar Bengkulu Selatan Dimulai Pertengahan Ramadan

Mendesaknya kebuhan tenaga pengajar di Bengkulu Selatan, membawa Masyarakat Relawan Indonesia menghadirkan program Relawan Mengajar. Di pertengahan Ramadan menjadi titik awal pengabdian dengan harapan mampu terus mendampingi belajar anak-anak.

1
Tim Relawan Mengajar Bengkulu Selatan. Mereka akan memulai awal pendampingan pendidikan di pertengahan Ramadan ini. (ACTNews)

ACTNews, BENGKULU SELATAN – Pendidikan menjadi salah satu persoalan utama di Indonesia, khususnya di daerah. Layanan yang didapat anak-anak tak sama dengan mereka yang ada di kota. Mulai dari fasilitas, teknologi hingga tenaga pengajar. Hal ini tentu berpengaruh besar dalam pembentukan sumber daya manusia.

Sadar akan pentingnya pendidikan, membuat Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bengkulu Selatan menggagas Relawan Mengajar. Melalui program ini, relawan MRI mendapat amanah untuk menjadi pengajar di salah satu tempat pendidikan dengan harapan mampu melahirkan generasi yang dapat menjadi ujung tombak perjuangan bangsa.

“Program yang dibentuk di pertengahan April ini bertujuan membantu lembaga pendidikan yang kekurangan tenaga pengajar. Akan dimulai pengabdian relawan pada Senin, 26 April 2021. Insyaallah program ini juga akan terus berlanjut dan akan terus didukung relawan MRI,” jelas Koordinator Daerah MRI Bengkulu Selatan Manna Julia, Kamis (22/4/2021).

Salah satu lokasi pengabdian relawan ini ialah Pesantren Hidayatullah di Bengkulu Selatan. Sekolah berbasis Islam ini kekurangan tenaga pengajar yang mengakibatkan proses pembelajaran terpaksa berhenti. Sedangkan, santri merupakan anak yatim dan prasejatera dari jenjang SMP dan SMA. Sambutan bahagia dari santri dan pengurus pun datang ketika relawan MRI memutuskan mengabdi di sana.

“Untuk saat ini ada delapan relawan guru yang sudah masuk dalam tim Relawan Mengajar. Harapan kami, semakin banyak relawan pengajar yang bergabung untuk bersama-sama mencerdaskan anak bangsa di pelosok-pelosok Bengkulu Selatan yang sampai saat ini masih membutuhkan tenaga pengajar,” harap Julia.[]