Relawan MRI-ACT Berikan Pendampingan Psikososial untuk Anak-Anak Korban Gempa Selayar

Pendampingan psikososial bagi anak-anak korban gempa di Kabupaten Selayar terus dilakukan. Aksi ini bertujuan meredam kecemasan yang dialami anak-anak.

pandampingan psikososial
Anak-anak korban gempa di Dusun Bonto, Desa Kalaotoa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar mengikuti kegiatan psikososial bersama relawan MRI-ACT. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SELAYAR – Pascagempa yang berpusat di Laut Flores Desember 2021 silam, pendampingan psikososial bagi anak-anak korban gempa di Kabupaten Selayar terus dilakukan. Sahrianto dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Selayar mengatakan, gempa masih meninggalkan kecemasan pada anak-anak.

“Mereka terngiang akan bencana gempa yang mengerikan itu. Butuh banyak pendampingan agar kecemasan anak-anak teralihkan,” ujar Sahrianto, Jumat (14/1/2022). 

Untuk meredam kecemasan anak-anak korban gempa di Kepulauan Selayar, tim Tanggap Darurat ACT bersama MRI Kabupaten Selayar mengadakan pendampingan psikososial seperti mengadakan gims, lomba, menyanyi, dan meniup balon pada Rabu (12/1/2022). Sebanyak 25 anak Dusun Bonto Bonto, Desa Kalaotoa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar mengikuti kegiatan ini. 


“Keceriaan anak-anak adalah obat, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi para orang tua mereka, yang juga korban gempa. Melihat anak-anak ceria, pastilah orang tua juga berbahagia,” katanya. 

Di desa yang sama, selain memberikan pendampingan bagi anak-anak, tim Tanggap Darurat ACT dan MRI juga membuka dapur umum. Sebanyak 100 porsi makanan siap santap untuk warga korban gempa diproduksi setiap harinya.[]