Relawan MRI Banyumas Respons Bencana Banjir dan Longsor di Purwokerto

Ketua Relawan ACT Cabang Purwokerto, Zuhal Qolbi mengatakan para relawan melakukan peninjauan sementara pada hari kamis (1/7/2021) pukul 13.00 WIB. Diawali dari Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang dan dilanjutkan pada sore hari tepat pukul 18.00 WIB di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh.

Banjir Banyumas
Masyarakat Relawan Indonesia melakukan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sejumlah titik wilayah Kabupaten Banyumas (ACT News)

ACTNews, BANYUMAS – Sejumlah Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melakukan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sejumlah titik wilayah Kabupaten Banyumas pada Rabu (30/6/2021). Empat titik diantaranya Kecamatan Ajibarang, Kecamatan Sumpiuh, Kecamatan Tambak, Kecamatan Kemranjen.

Dalam merespon kejadian tersebut, sejumlah relawan MRI-ACT melakukan evakuasi di sejumlah titik yang disinyalir adanya korban. Wilayah tersebut ada di Desa Karanggedang dan desa Tipar Kidul yang mengalami banjir hebat hingga dua rumah terdampak.

Ketua Relawan MRI-ACT Cabang Purwokerto, Zuhal Qolbi mengatakan, para relawan melakukan peninjauan sementara pada hari kamis (1/7/2021) pukul 13.00 WIB. Diawali dari Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang dan dilanjutkan pada sore hari tepat pukul 18.00 WIB di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh.

“Hujan deras sejak sore hingga malam hari di wilayah Kabupaten Banyumas. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa hanya saja kerugian Material. Selain asesmen, tim relawan juga distribusikan bantuan logistik untuk warga yang terdampak banjir dan longsor,” terangnya.

Jumat pagi, banjir sudah mulai surut, tersisa hanya beberapa titik genangan air keruh bercampur lumpur. Giat bersih-bersih pun dilakukan oleh para relawan bersama dengan warga sekitar.

“Rencana Aksi Selanjutnya, distribusi bantuan keperluan sanitasi, Obat-obatan, dan paket pangan. Koordinasi juga kita lakukan dengan relawan dan SAR gabungan setempat untuk pemantauan cuaca ekstrem,” tambah Zuhal

Saat ini, beberapa kebutuhan mendesak diperlukan oleh para warga yang terdampak bencana longsor dan banjir. Kebutuhan tersebut antara lain keperluan kebersihan dan obat-obatan.[]