Relawan MRI Dibekali Pelatihan Penyelamatan di Air

Puluhan anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengunjungi Waduk Cacaban, Tegal, pada Kamis (6/2). Mereka siap mengikuti pelatihan penyelamatan di air dari tim DERM-ACT.

Relawan MRI Dibekali Pelatihan Penyelamatan di Air' photo
Pelatihan water rescue yang digelar DERM-ACT di Waduk Cacaban, Tegal. (ACTNews)

ACTNews, TEGAL Dalam rangka meningkatkan kemampuan relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) saat menyelamatkan kecelakaan di dalam air, Disaster Emergency and Relief Management (DERM) - ACT menggelar pelatihan penyelamatan di air. Kegiatan yang diadakan di Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal, pada Kamis (6/2) ini diikuti 35 relawan. Mereka berasal dari wilayah di sekitar Tegal, seperti Pekalongan dan Banyumas.

Pelatihan penyelamatan di dalam air tersebut merupakan agenda DERM-ACT dan sebelumnya telah digelar di beberapa kota. Harapannya, setelah diadakannya pelatihan, kemampuan relawan dapat meningkat. Khususnya untuk melakukan penyelamatan saat ada bencana atau kecelakaan di air.

Dalam pelatihan, relawan diberi pemahaman materi dasar-dasar penyelamatan dan pengenalan Alat Pelindung Diri (APD), perlengkapan pendukung pelatihan penyelamatan di air (perahu karet dan dayung) serta kegunaannya. Setelah pengenalan alat, praktik langsung digelar di lokasi pelatihan di waduk.

"Diadakannya kegiatan ini merupakan pembekalan khusus untuk tim evakuasi. Bekal kemampuan penyelamatan sangat penting karena tak jarang kecelakaan atau bencana terjadi di air," kata Lukman Solehudin selaku pelatih.

Di tempat terpisah, Andi Rahmanto selaku Plt Kepala Cabang ACT Purwokerto menyampaikan dukungan kegiatan pelatihan penyelamatan di air. "Semoga hasil dari pelatihan ini menjadi pengalaman serta bekal relawan, khususnya di wilayah karisidenan Banyumas untuk selalu siap diterjunkan di tempat bencana. Hal ini mengingat Banyumas merupakan daerah rawan bencana pertama di Jawa Tengah sesuai peta bencana  BPBD," imbuh Andi.

Sementara Aldi Setia Pambudi selaku Ketua MRI Banyumas menjelaskan, pelatihan yang dijalani para relawan sebagai agenda meningkatkan kesigapan penyelamatan di air.  "Ini bagian dari agenda peningkatan kapasitas relawan, terutama bagi relawan di bidang rescue. Bagi relawan baru, ini menjadi pengalaman tersendiri. Sementara bagi relawan yang sudah berpengalaman, pelatihan ini bisa menjadi sarana latihan kembali. Hal itu karena tidak ada orang yang ahli tanpa berlatih,” ungkap Aldi.

Selain di Tegal, pelatihan serupa juga telah diadakan di DI Yogyakarta serta di Jawa Timur. Puluhan relawan terlibat dalam kegiatan ini. Tak hanya teori, relawan yang tergabung dalam MRI juga melaksanakan praktik dengan perahu karet dan dayung sebagai alat penyelamatan.[]

Bagikan