Remaja Palestina Ceritakan Kebrutalan Pemukim Israel

Tareq Zubeidi adalah remaja yang pernah mendapat serangan brutal dari pemukim Israel. Dari kesaksiannya, ia pernah dipukul dengan balok, diikat di pohon, hingga telapak kakinya dibakar oleh para pemukim.

remaja palestina diserang israel
Tareq Zubeidi usai mendapat serangan dari pemukim Israel. (Dok. Al-Quds)


Peringatan, sejumlah penjelasan di dalam artikel ini mungkin membuat pembaca tidak nyaman.


ACTNews, TEPI BARAT – Tareq Zubeidi (15) merupakan remaja Palestina yang tinggal di daerah okupasi di Jenin, Tepi Barat. Ia merupakan satu dari banyak warga Palestina yang menjadi korban dari serangan pemukim Israel yang membangun permukiman ilegal di Tepi Barat. Dilansir dari laman Arab News, Zubeidi pun menceritakan kebrutalan serangan yang ia terima dari para pemukim.

Saat itu, ia dan beberapa temannya tengah bermain di salah satu bukit di dekat pemukiman Israel dibangun. Tidak berlangsung lama, para pemukim tanpa alasan meneriaki dan berlari ke arah kelompok Zubeidi. Ia dan teman-temannya yang ketakutan, segera berlari menuruni bukit menuju desa Silat Al-Dhahr. Namun, karena Zubeidi memiliki masalah pada kakinya, larinya pun tertinggal.

Zubeidi pun akhirnya ditangkap oleh para pemukim yang mengejarnya menggunakan mobil. "Empat pemukim keluar dari mobil dan ada dua lainnya yang bepergian dengan berjalan kaki. Salah satu dari mereka membawa pistol," cerita Zubeidi mengenang peristiwa yang terjadi pada Agustus 2021 tersebut.

Zubeidi menyebut, begitu tertangkap, para pemukim memukulnya dengan sebuah kayu dan menutup matanya, kemudian mengikatnya ke kap mobil. Para pemukim pun menjalankan mobil tersebut kembali ke atas bukit. Di sana, Zubeidi menceritakan ia kembali dipukuli dan diludahi. Pemukim kemudian mengikatnya ke pohon dan mencambuknya dengan sebuah ikat pinggang.

“Saya dibiarkan menggantung seperti itu selama sekitar lima menit, dengan mata tertutup. Saya merasakan mereka memotong kulit kaki kiri saya dengan benda tajam. Saya sangat kesakitan. Tiba-tiba, saya merasakan luka bakar yang kuat di kaki kanan saya, dari korek api atau sejenisnya. Itu berlangsung beberapa detik. Aku menjerit dan menangis kesakitan dan ketakutan. Baru pada saat itulah mereka menurunkan saya dari pohon,” ungkapnya.

Setelah diturunkan, para pemukim merobek celana Zubeidi dengan pisau dan kembali membakar telapak kakinya dengan pemantik rokok. Pada akhirnya, pemukim memukul kepala Zubeidi dengan balok dan membuatnya pingsan.

Ketika Zubeidi sadar, ia tengah berada di sebuah jip tentara dengan seorang tentara Israel yang disebut Zubeidi tutut mengancamnya. “Dia mengatakan kepada saya bahwa jika terjadi sesuatu di pemukiman, pasukan Israel akan menangkap saya,” kata Zubeidi.

Sementara itu, ayahnya, Abdul Razek Zubeidi mengatakan, putranya dibawa ke rumah sakit sore itu dan bermalam di sana. Sebuah laporan medis mengatakan dia mengalami memar di bahunya dan luka di kakinya. Foto yang diambil tak lama setelah kejadian itu tampak memperlihatkan dua luka gelap di telapak kakinya.

Dilansir dari kantor berita resmi Palestina Wafa Agency, organisasi kemanusiaan yang biasa mencatat serangan pemukim di Tepi Barat menyatakan bahwa serangan sejenis seperti yang menimpa Zubeidi merupakan yang kesekian kalinya yang terjadi di desa tersebut.[]