Renovasi Rumah untuk Penyintas Puting Beliung Pandeglang

Rumah Tarmidi mengalami rusak berat setelah dihantam angin kencang pada awal Oktober lalu. Kini, warga Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, Pandeglang ini siap menghuni rumah barunya yang sedang tahap proses renovasi hasil kebaikan para dermawan ACT.

Renovasi Rumah untuk Penyintas Puting Beliung Pandeglang' photo
Proses renovasi tempat tinggal Tarmidi yang mengalami kerusakan akibat angin kencang. (ACTNews)

ACTNews, PANDEGLANG – Bencana puting beliung yang melanda Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang pada awal Oktober lalu masih menyisakan duka bagi warga terdampak. Ratusan rumah warga mengalami kerusakan, begitu juga harta benda penunjang kehidupan. Akibatnya, warga terdampak harus menumpang di rumah kerabat atau tetangga hingga rumah mereka kembali berdiri.

Sayang, tak semua warga mampu untuk segera memperbaiki rumah, khususnya yang mengalami kerusakan parah. Kondisi ekonomi menjadi alasannya. Apalagi saat ini sedang ada pandemi yang juga mereka rasakan dampaknya. Hal ini pun yang dirasakan oleh Tarmidi (38). Rumah Tarmidi sendiri berada di RT01/05, Pasirloa dengan kerusakan setengah tinggi dindingnya mengalami roboh serta atap yang hilang terbawa angin kencang sehingga tidak dapat ditempati lagi.

“Kerusakan rumah Pak Tarmidi tergolong parah, sedangkan penghasilan beliau dari hasil tani yang tidak seberapa. Masih ada juga tanggungan tiga orang  anggota keluarga, dua di antaranya ialah anak beliau yang masih duduk di usia sekolah,” jelas Sukma Jayalaksana dari tim Program ACT Banten, Jumat (27/11).

Saat ini, kediaman Tarmidi sedang tahap renovasi pascabencana angin puting beliung. Pembangunan ini merupakan buah kedermawanan masyarakat yang menyalurkannya melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). Per tanggal 25 November lalu, proses pembangunan telah rampung 55 persen dan akan segera diselesaikan. Namun, intensitas hujan yang cukup tinggi di Desa Pasirloa menjadi kendala tersendiri dalam proses pembangunan.

“Pembangunan rumah untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah menjadi salah satu program yang terimplementasi di tempat ini,” tambah Sukma.

Sebelumnya, berbagai bantuan kemanusiaan amanah masyarakat yang disalurkan ACT telah diterima oleh warga di Pasirloa. Pangan menjadi bantuan yang utama karena pascabencana warga banyak kehilangan harta benda dan terpaksa mengungsi. Selain itu, ada juga distribusi hidangan akikah dari Global Qurban Aqiqah sebagai hidangan penghibur duka warga setempat.

Penggalangan sedekah untuk warga Pasirloa pun kini masih terus berlangsung melalui laman Kitabisa. Pasalnya, kebutuhan warga, selain tempat tinggal, juga masih perlu dipenuhi. “Sedekah terbaik masyarakat akan meringankan beban saudara kita,” ungkap Sukma.[]


Bagikan

Terpopuler