Renungan Iduladha: Nabi Ibrahim sebagai Teladan

Renungan Iduladha: Nabi Ibrahim sebagai Teladan

Renungan Iduladha: Nabi Ibrahim sebagai Teladan' photo

ACTNews, JAKARTA - Iduladha adalah hari raya bagi umat Muslim selain Idulfitri. Hari di mana umat Muslim melaksanakan ibadah haji. Hari di mana berbagi kebahagiaan antar sesama, juga hari di mana adanya prosesi penyembelihan hewan kurban.

Pelaksanaan ibadah kurban sendiri tidak bisa lepas dari kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail. Dari kisah mereka, banyak pelajaran yang bisa dijadikan teladan bagi seluruh umat Muslim, sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 120.

Apa sajakah pelajaran-pelajaran itu?

Pertama, Nabi Ibrahim memiliki sebutan sebagai seorang Imam atau pemimpin karena Ia menjadi teladan bagi seluruh umat Muslim. Bahkan Nabi Ibrahim juga mendapat gelar Abul Anbiya yang artinya bapak dari para Nabi. Surat Al-Furqan ayat 74 menyebutkan, ”Dan jadikanlah kami sebagai Imam (pemimpin) bagi orang yang bertakwa.”

Kedua, Nabi Ibrahim adalah seorang hamba yang patuh, di mana Ia mendahulukan perintah Allah dengan cara mentaati-Nya. Pernah tahu tentang kisah Ia yang meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di tanah gersang tanpa meninggalkan bekal sedikit pun? Ya, rasa cinta Nabi Ibrahim kepada Allah melebihi rasa cinta terhadap istri dan anaknya.

Namun, bukan berarti Siti Hajar dan Nabi Ismail membenci Nabi Ibrahim. Mereka justru mendukung Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah, yakni menyembelih anaknya sendiri. Padahal Nabi Ismail adalah buah hati yang telah lama Ia nantikan kelahirannya.

Allah berfirman dalam surat Ash-Shaffat ayat 102, “Maka tatkala anak itu sampai (pada usia sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku sedang menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Ketiga, Nabi Ibrahim juga termasuk orang yang Hanif, artinya bertekad mengikuti kebenaran dan jalan yang lurus. Nabi Ibrahim sangat berpegang teguh terhadap kebenaran, tidak pernah terlintas dalam pikiran-Nya untuk meninggalkan agama dengan ajaran yang benar.

Dengan begitu, umat Muslim yang mengaku beriman kepada Allah, hendaknya juga menjadikan Nabi Ibrahim sebagai teladan. Sudah sepatutnya bagi umat Muslim mencontoh Nabi Ibrahim, terlebih dalam menunaikan ibadah kurban demi menaati perintah Allah. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan