Resmikan Bank Sampah, Warga Sleman Ajak Lebih Peduli Mengelola Sampah

Masyarakat dapat mengikuti program yang tersedia pada Bank Sampah Josari Asri: Tabungan Sampah dan Sedekah Sampah.

Resmikan Bank Sampah, Warga Sleman Ajak Lebih Peduli Mengelola Sampah' photo

ACTNews, SLEMAN - Menjelang Lebaran, masyarakat Kampung Josari Desa Tridadi Kabupaten Sleman bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melakukan bersih-bersih kampung dan peresmian Bank Sampah Josari Asri (BSJA), Ahad (2/6).

Pada kesempatan sebelumnya masyarakat Kampung Josari telah mendapatkan Pelatihan Pengolahan Sampah menjadi Produk Bernilai Ekonomis bersama tim dari Akademi Relawan Indonesia (ARI). Setelah Pelatihan tersebut, pengolahan sampah terus mendapatkan pendampingan secara berkala dari MRI Yogyakarta hingga terbentuk Bank Sampah Josari Asri (BSJA).

Kegiatan peresmian Bank Sampah di Kampung Josari hadiri oleh Hariyadi, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman. Masyarakat diberikan bimbingan teknis bagaimana teknik pemilahan dan penimbangan sampah pada Bank Sampah Josari Asri.

Rani selaku Koordinator BSJA menuturkan, tidak hanya warga Josari, semua masyarakat atau komunitas dapat mengikuti program yang tersedia pada Bank Sampah Josari Asri, yaitu program Tabungan Sampah dan Program Sedekah Sampah.


"Adanya program Tabungan Sampah, harapannya dapat meningkatkan kesadaran  masyarakat untuk lebih memanfaatkan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis dengan cara menukarkan sampah di rumahnya setiap sebulan sekali. Setelah tiga atau enam bulan, tabungan bisa diambil untuk digunakan keperluan masyarakat. Sedangkan, program sedekah sampah akan dimanfaatkan untuk program sosial, pendidikan, layanan kesehatan dan aksi kemanusiaan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT)," terang Rani.

Data dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan yang berada di Kabupaten Bantul, tercatat jumlah sampah yang masuk sebanyak 600 ton yang berasal dari tiga daerah di DIY yaitu  Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Adanya Bank Sampah di DIY diharapkan dapat mengurangi beban Sampah di TPA Piyungan. Di samping itu, Bank Sampah juga diharapkan menjadi pemberdayaan masyarakat di kampung-kampung di Yogyakarta. []

Bagikan