Respons Darurat ACT Jangkau Sejumlah Wilayah Terdampak Banjir di Kalsel

Musibah banjir mulai melanda di lima kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Banjir yang paling parah terjadi di dua wilayah, yaitu Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Tim Tanggap Darurat ACT dan MRI Kalimantan Selatan mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar dengan menggunakan perahu. (ACTNews/Riadi)

ACTNews, BANJARMASIN – Tim Tanggap Darurat ACT dan MRI Kalimantan Selatan sejak awal pekan ini telah merespons musibah banjir di berbagai wilayah. Senin (11/1/2021), bergerak ke Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut dan lanjut ke Kecamatan Pengaron dan Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar pada Selasa (12/1/2021) hingga Rabu (13/1/2021). 

Menurut data yang diterima dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (14/1/2021), tercatat ada 17.865 kepala keluarga dan 65.002 jiwa terdampak musibah banjir, yang tersebar di lima kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Selain di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar, banjir juga melanda Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kota Banjarbaru.

Menurut Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin, salah satu wilayah terdampak banjir yang cukup parah yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Banjir membuat lumpuh aktivitas masyarakat di Bumi Murakata ini. Zainal sendiri memastikan, tim relawan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah disiagakan untuk penanggulangan banjir.

“Kita mengerahkan tim relawan untuk senantiasa memberikan update informasi dan juga terlibat dengan tim-tim yang ada di lokasi setempat. Jika memungkinkan, kita akan memberikan dukungan seperti armada, mengingat jarak dari Banjarmasin menuju Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang lumayan jauh,” kata Zainal, Kamis (14/1).

Merespons meluasnya banjir di Bumi Lambung Mangkurat, Tim ACT Kalimantan Selatan pun mulai mendirikan posko induk, yang berlokasi di halaman Kantor Cabang ACT Kalimantan Selatan, Jalan Pramuka No. 19B, Banjarmasin. Posko sendiri didirikan untuk menunjang kesiapan tim relawan dalam merespons musibah banjir.

“Kami mendirikan posko induk kemanusiaan untuk merespons terjadinya musibah banjir di Kalimantan Selatan. Di posko ini kita menyiagakan peralatan yang dibutuhkan untuk respons banjir. Seperti perahu karet untuk mengevakuasi warga, dan alat pelindung diri untuk relawan yang bertugas,” imbuh Zainal.

Ditambahkan Zainal, posko induk kemanusiaan ini juga akan menampung bantuan dari masyarakat di Kalimantan Selatan untuk disalurkan kepada para penyintas banjir di kabupaten dan kota. Selain bantuan berupa donasi uang tunai, posko juga menerima bantuan berupa logistik maupun makanan siap saji.

“Selain bantuan makanan, yang paling utama dibutuhkan oleh masyarakat terdampak banjir seperti pakaian yang hangat, popok bayi. Yang penting adalah perhatian kita untuk dapat membersamai mereka, masyarakat yang terdampak banjir. Adapun untuk masyarakat di luar sana yang ingin membantu namun tak dapat datang ke posko kami, bisa berdonasi melalui laman Indonesia Dermawan,” pungkas Zainal. []