Rezeki Berlipat Nenek Ici: Kesembuhan dan Bingkisan Perlengkapan Rumah

Luka parah di kaki kiri Nenek Ici perlahan sembuh. Bahagia bisa kembali pulih, nenek sebatang kara tersebut juga bersyukur dengan rezeki lainnya: perabot rumah tangga sebagai penunjang kehidupannya.

ACTNews, TASIKMALAYA – Tim Mobile Social Rescue (MSR) dari Global Zakat-ACT kembali mendatangi kediaman Ici (71) di Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (3/7). Nenek Ici, begitu ia akrab disapa, mendapatkan sejumlah perlengkapan rumah tangga yang dibawa tim MSR. 

Fauzi dari tim MSR-ACT Tasikmalaya mengatakan, nenek yang hidup sendiri itu merasa senang dengan bantuan ini. “Kini, Nenek Ici dapat merebahkan tubuh di atas alas yang lebih tebal dan hangat,” ungkap Fauzi.

Selain alas tidur, Nenek Ici juga mendapatkan rak piring, lemari untuk menyimpan pakaian, dan  termos. Perabotan ini dimanfaatkan Nenek Ici untuk keperluannya sehari-hari. Sebelumnya, di tempat tinggalnya yang terbuat dari bambu itu, tak ada perabot rumah yang layak.

Nenek Ici merupakan penerima manfaat pendampingan medis dari program MSRACT sejak Februari lalu. Di kaki kirinya mengalami luka cukup parah akibat bisa hewan sejak Januari 2019 lalu. Akibat infeksi ini, Nenek Ici membutuhkan penanganan medis. Namun keterbatasan biaya menjadi hambatan pengobatan.

Baca juga: Ikhtiar Sembuhkan Luka Parah Kaki Ici


Namun kini, keadaan kaki Nenek Ici yang terluka parah perlahan sembuh. Pendampingan medis yang rutin dilakukan tim MSR-ACT membuat penyembuhan kaki Nenek Ici berjalan baik. “Lukanya sekarang sudah mengering. Lalu mulai ada pertumbuhan kulit baru di bekas lukanya. walau begitu harus tetap melakukan pengobatan rutin dan mengganti perban di kakinya,” tambah Fauzi.

Selain pendampingan medis dan bantuan perabot rumah tangga, ACT juga akan membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Pembangunan ini dilakukan karena di rumahnya tak ada fasilitas itu. Nenek Ici perlu berjalan kaki cukup jauh dari rumahnya untuk mandi, sedangkan kini kondisi kakinya tak memungkinkan untuk melakukan banyak aktivitas.

Pembangunan fasilitas MCK di rumah Nenek Ici juga untuk mencegah kemungkinan buruk lainnya, seperti serangan hewan liar. Irfan, relawan MSR-ACT yag mendampingi Nenek Ini, mengatakan jauhnya jarak rumah Nenek Ici dengan MCK umum menjadi faktor utama luka yang diderita Nenek Ici.  

"Ici harus berjalan kaki untuk sampai ke sana, baik siang atau malam hari. Saat berjalan kaki jauh ke MCK itu, Nenek Ici terkena bisa hewan," ungkap Irfan. []